Telp/Fax 0341-927123 / 429725

|

Penyuluh Pamekasan Siap Kawal Program Strategis Swasembada Pangan Nasional

Nadif
Jun 06, 2026

Pamekasan – Upaya mewujudkan swasembada pangan nasional memerlukan dukungan sumber daya manusia pertanian yang kompeten, profesional, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Untuk mendukung tujuan tersebut, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan menyelenggarakan Pelatihan Teknis bagi Penyuluh Pertanian Mendukung Swasembada Pangan Berkelanjutan Angkatan XII di Kabupaten Pamekasan.

Sebanyak 24 penyuluh pertanian mengikuti pelatihan yang berlangsung selama tiga hari dengan metode blended learning.

Kegiatan diawali secara daring, Kamis (4/6/2026) BBPP Ketindan dan dilanjutkan secara luring, 5–6 Juni 2026 di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Pademawu, Kabupaten Pamekasan.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa penyuluh pertanian memiliki peran strategis dalam mengawal keberhasilan program swasembada pangan nasional.

“Penyuluh adalah ujung tombak pembangunan pertanian. Mereka menjadi penghubung antara inovasi, teknologi, dan petani di lapangan. Karena itu, kapasitas penyuluh harus terus diperkuat agar mampu mengawal peningkatan produksi pangan nasional,” ujar Amran.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan bahwa peningkatan kompetensi penyuluh merupakan salah satu kunci keberhasilan transformasi sektor pertanian.

“Penyuluh harus mampu menjadi fasilitator, motivator, sekaligus agen perubahan yang mendorong petani mengadopsi inovasi teknologi serta mengembangkan usaha tani yang produktif dan berkelanjutan,” kata Santi.

Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas penyuluh dalam mendiseminasikan inovasi teknologi pertanian kepada petani. Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat kemampuan peserta dalam mendukung peningkatan produktivitas, penerapan pertanian modern, serta pengembangan Brigade Pangan sebagai salah satu program strategis Kementerian Pertanian.

Berbagai materi diberikan kepada peserta, meliputi penerapan teknologi budidaya modern, penggunaan varietas unggul, pemupukan berimbang, pemanfaatan alat dan mesin pertanian (alsintan), digitalisasi penyuluhan, penguatan manajemen usaha tani, hingga pengembangan kelembagaan Brigade Pangan.

Narasumber dari BBPP Ketindan, Ali Sutopo, menjelaskan bahwa penyuluh tidak hanya dituntut menguasai aspek teknis budidaya, tetapi juga memiliki kemampuan manajerial dalam mendampingi petani menghadapi tantangan pertanian modern.

“Penyuluh harus mampu mendorong petani menerapkan teknologi yang tepat, meningkatkan produktivitas lahan, serta memperkuat kelembagaan usaha tani agar lebih mandiri dan berdaya saing,” ujarnya.

Menurut Ali, Brigade Pangan menjadi salah satu instrumen penting dalam percepatan swasembada pangan karena mampu mengintegrasikan pengelolaan usaha tani, pemanfaatan alsintan, dan penguatan kelembagaan petani secara lebih efektif.

Melalui pelatihan ini, para penyuluh pertanian di Kabupaten Pamekasan diharapkan semakin siap menjalankan peran sebagai pendamping, fasilitator, dan penggerak pembangunan pertanian. Dengan kompetensi yang terus meningkat, penyuluh diharapkan mampu mengawal implementasi program-program strategis Kementerian Pertanian guna mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan. Ali Sutopo*

Diterbitkan di https://megapolitannews.com/2026/06/06/penyuluh-pamekasan-siap-kawal-program-strategis-swasembada-pangan-nasional/

Similar Post