Telp/Fax 0341-927123 / 429725

|

Dorong Produktivitas Alpukat Lokal, Petani Malang Terapkan Good Agricultural Practices

Nadif
May 26, 2026

Malang — Upaya meningkatkan produktivitas dan kualitas alpukat lokal terus diperkuat melalui penerapan budidaya yang baik dan berkelanjutan. Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur melaksanakan kegiatan Penerapan Good Agricultural Practices (GAP) Tanaman Alpukat di Dusun Winong, Desa Balesari, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, Jumat (22/5/2026).

Kegiatan yang melibatkan Gapoktan Rejeki bertujuan meningkatkan kapasitas petani dalam menerapkan budidaya alpukat sesuai prinsip Good Agricultural Practices (GAP) guna mendukung peningkatan hasil produksi dan mutu buah alpukat lokal.

Narasumber dari BBPP Ketindan, Dewi Melani, menyampaikan materi mengenai penguatan pengelolaan tanaman alpukat, termasuk strategi mendorong tanaman memasuki fase generatif agar mampu menghasilkan panen optimal dengan kualitas yang lebih baik.

Sebanyak 16 petani anggota Gapoktan Rejeki mengikuti kegiatan dengan antusias melalui sesi penyampaian materi dan praktik langsung di kebun alpukat. Pelatihan dilaksanakan menggunakan pendekatan andragogi yang menempatkan peserta sebagai subjek pembelajaran melalui diskusi aktif dan praktik lapangan.

Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh pemahaman terkait identifikasi tipe pembungaan alpukat, teknik pengukuran pH tanah untuk menjaga kesuburan lahan, hingga pemanfaatan serai wangi sebagai alternatif pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT) yang ramah lingkungan.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa peningkatan produktivitas sektor pertanian harus didukung penerapan teknologi dan budidaya yang baik agar menghasilkan produk pertanian yang berkualitas dan memiliki daya saing tinggi.

“Penguatan kapasitas petani menjadi salah satu kunci dalam mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, dan modern,” ujar Mentan Amran.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya pelatihan berbasis praktik lapangan guna meningkatkan kompetensi petani dalam menerapkan sistem pertanian yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Melalui kegiatan ini, petani alpukat di Kabupaten Malang diharapkan semakin memahami pentingnya penerapan GAP secara menyeluruh, mulai dari pengelolaan tanaman, pemeliharaan kesuburan tanah, hingga pengendalian OPT ramah lingkungan, sehingga mampu meningkatkan produktivitas sekaligus nilai ekonomi alpukat lokal. Dewi Melani*

Diterbitkan di https://megapolitannews.com/2026/05/26/dorong-produktivitas-alpukat-lokal-petani-malang-terapkan-good-agricultural-practices/

Similar Post