Telp/Fax 0341-927123 / 429725

|

Dukung Upscaling Smart Farming, Dosen Polije Pelajari Inovasi Pertanian di UPT Kementan

Nadif
Oct 22, 2026

Malang – Sebanyak 10 dosen dan tenaga pendidik Jurusan Manajemen Agribisnis Politeknik Negeri Jember mengikuti kegiatan Kunjungan dan Upscaling Pengembangan Smart Farming Berbasis Inovasi Pertanian di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan, Kamis (22/10/2026). Kegiatan ini menjadi upaya memperluas wawasan, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, serta memperkuat sinergi dalam pengembangan teknologi dan inovasi pertanian modern.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan pentingnya inovasi dari perguruan tinggi untuk mendukung kemajuan sektor pertanian.

“Kalau kita mau menjadi superpower, tumpuannya adalah inovasi baru dari kampus. Ini luar biasa dan harus terus kita dorong,” tegas Mentan.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menghasilkan pengetahuan dan teknologi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, serta nilai tambah sektor pertanian. Inovasi yang dikembangkan perlu didorong agar dapat menjawab kebutuhan nyata di lapangan dan memberikan manfaat bagi pelaku usaha tani.

Sejalan dengan upaya tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya menyiapkan sumber daya manusia pertanian yang adaptif, profesional, dan mampu menjadi penggerak pembangunan. Penguatan kapasitas SDM menjadi bagian penting dalam mendukung transformasi pertanian, termasuk melalui penguasaan teknologi dan penerapan inovasi sesuai perkembangan zaman.

Kepala BBPP Ketindan dalam sambutannya, yang diwakili oleh Ketua Kelompok Substansi Penyelenggaraan Pelatihan, Junni Fardiana, menyampaikan bahwa sektor pertanian menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari perubahan iklim dan keterbatasan sumber daya hingga tuntutan peningkatan produktivitas dan efisiensi usaha tani.

Menurutnya, pertanian tidak lagi cukup mengandalkan cara-cara konvensional, tetapi perlu didukung inovasi, pemanfaatan teknologi, dan sumber daya manusia yang kompeten. Salah satu pendekatan yang semakin relevan adalah smart farming, yakni pemanfaatan teknologi dan informasi untuk mendukung pengelolaan usaha tani agar lebih efektif, efisien, terukur, dan berkelanjutan.

“Keberhasilan penerapan smart farming tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan teknologi, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia dalam memahami, mengoperasikan, mengelola, dan mengembangkan teknologi tersebut. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi perlu berjalan beriringan dengan pengembangan inovasi pertanian,”jelasnya.

Ia menambahkan, bahwa sebagai unit pelaksana teknis Kementerian Pertanian di bidang pelatihan pertanian, BBPP Ketindan berperan dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia melalui penyelenggaraan pelatihan, pengembangan kompetensi, dan fasilitasi pembelajaran. Kolaborasi dengan perguruan tinggi vokasi menjadi peluang untuk memperkuat pengembangan inovasi serta mendorong penerapan teknologi pertanian yang sesuai dengan kebutuhan lapangan.

Sementara itu, Sri Sundari selaku dosen dan perwakilan Politeknik Negeri Jember menyampaikan bahwa kegiatan kunjungan dan upscaling ini menjadi kesempatan berharga untuk memperoleh pengetahuan, pengalaman, dan praktik baik mengenai pengembangan teknologi pertanian, penerapan inovasi, serta penguatan kompetensi sumber daya manusia.

Ia berharap hasil kegiatan dapat ditindaklanjuti melalui pengembangan materi pembelajaran, penguatan praktik mahasiswa, penelitian terapan, dan proyek berbasis inovasi. Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi vokasi dan lembaga pelatihan pertanian dapat menjembatani pengetahuan akademis dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri sekaligus meningkatkan kesiapan mahasiswa menghadapi tantangan pertanian modern.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Ketua Jurusan Manajemen Agribisnis Politeknik Negeri Jember, Taufik Hidayat, serta Ketua Tim Kerja Sertifikasi Profesi dan Layanan Konsultasi dan Pengelolaan Inkubator Agribisnis (LKPIA) BBPP Ketindan, Djoko Witono, Widyaiswara BBPP Ketindan, Nining Hariyani dan Isdianto, serta staf penyelenggaraan pelatihan.

Selama berkegiatan, peserta memperoleh materi tentang manajemen usahatani yang disampaikan oleh Nining Hariyani, sedangkan materi pengelolaan manajemen pengelolaan smart greenhouse disampaikan oleh Isdianto. Selama materi, peserta memanfaatkan waktu untuk berdiskusi bersama widyaiswawar. Selain itu, kegiatan diskusi juga dilanjutkan saat peserta mengunjungi smart greenhouse dan ruang pengemasan produk smart greenhouse.

Melalui kegiatan kunjungan dan upscaling pengembangan smart farming berbasis inovasi pertanian, BBPP Ketindan mendorong penguatan sinergi dengan perguruan tinggi vokasi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperluas pemanfaatan inovasi pertanian. Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam mendukung pengembangan agribisnis yang adaptif, produktif, dan berkelanjutan serta memperkuat transformasi pertanian modern di Indonesia. Humas BBPP Ketindan

Diterbitkan di https://megapolitannews.com/2026/10/22/dukung-upscaling-smart-farming-dosen-polije-pelajari-inovasi-pertanian-di-upt-kementan/

Similar Post