Barito Utara – Kementerian Pertanian terus memperkuat upaya percepatan swasembada pangan melalui evaluasi kinerja Brigade Pangan di berbagai daerah. Selain mendorong peningkatan luas tanam, evaluasi lapangan dilakukan untuk memastikan setiap lahan pertanian dapat dimanfaatkan secara optimal sesuai karakteristik wilayah, sehingga mampu meningkatkan produktivitas dan indeks pertanaman secara berkelanjutan.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa keberhasilan swasembada pangan hanya dapat dicapai melalui sinergi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, hingga petani.
“Setiap kendala yang ditemukan di lapangan harus segera diidentifikasi dan ditindaklanjuti agar tidak menghambat peningkatan produksi pangan nasional. Evaluasi menjadi langkah penting untuk memastikan setiap program berjalan efektif dan memberikan manfaat bagi petani,” tegas Mentan Amran.
Senada dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan bahwa keberhasilan Brigade Pangan tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan sarana produksi, tetapi juga oleh kualitas pendampingan penyuluh dan evaluasi yang dilakukan secara berkelanjutan.
“Setiap wilayah memiliki karakteristik yang berbeda sehingga membutuhkan pendekatan yang berbeda pula. Hasil evaluasi menjadi dasar dalam menentukan teknologi, pola budidaya, dan strategi pendampingan yang paling sesuai dengan kondisi di lapangan,” ujar Arsanti.
Sebagai implementasi kebijakan tersebut, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan melaksanakan evaluasi Brigade Pangan di Kecamatan Gunung Timang, Kabupaten Barito Utara, Kamis (9/7/2026).
Kegiatan ini bertujuan mengidentifikasi kondisi lahan, memetakan berbagai kendala yang dihadapi Brigade Pangan, serta menyusun rekomendasi teknis untuk mendukung peningkatan Indeks Pertanaman (IP).
Kegiatan diawali dengan penguatan kapasitas penyuluh di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Gunung Timang. Bersama Koordinator BPP Gunung Timang, Agus Sumargono, para penyuluh memperoleh penguatan mengenai strategi pendampingan Brigade Pangan sebagai upaya meningkatkan produktivitas lahan dan keberhasilan program swasembada pangan.
Selanjutnya, tim melakukan evaluasi lapangan di Brigade Pangan Maju Bersama. Hasil identifikasi menunjukkan sebagian lahan memiliki tekstur tanah berpasir sehingga kurang optimal untuk budidaya tanaman pangan. Selain itu, kondisi topografi yang berbukit menyebabkan sebagian lahan hasil program Cetak Sawah Rakyat (CSR) belum dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Evaluasi juga dilakukan di Brigade Pangan Pakat Tuka yang berada pada kawasan lahan rawa. Di lokasi tersebut, tantangan utama berasal dari kondisi hidrologi yang fluktuatif, yakni banjir saat musim hujan dan kekeringan pada musim kemarau. Kondisi tersebut memengaruhi pola tanam sehingga peningkatan Indeks Pertanaman masih memerlukan penanganan yang lebih intensif.
Selain kondisi lahan, tim juga menemukan bahwa keterbatasan infrastruktur menjadi salah satu kendala utama pengembangan kawasan. Akses menuju lokasi Cetak Sawah Rakyat yang belum memadai menyebabkan alat berat belum dapat menjangkau seluruh areal, sehingga proses pengolahan lahan maupun pembangunan sarana pendukung belum berjalan optimal.
Ketua Tim Kerja Penyuluhan Kabupaten Barito Utara, Hendri Naim, mengatakan bahwa hasil evaluasi akan menjadi dasar dalam menyusun strategi pendampingan yang lebih efektif sesuai dengan karakteristik masing-masing wilayah.
“Melalui evaluasi ini kami memperoleh gambaran nyata mengenai potensi maupun kendala yang dihadapi setiap Brigade Pangan. Hasilnya akan menjadi bahan penyusunan rekomendasi teknis bersama pemerintah daerah agar pengembangan lahan dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran dan berkelanjutan,” jelas Hendri.
Melalui evaluasi yang dilakukan secara berkelanjutan, Kementerian Pertanian berharap berbagai kendala di lapangan dapat segera ditindaklanjuti melalui penguatan infrastruktur, penerapan teknologi budidaya yang sesuai, serta pendampingan intensif kepada petani dan Brigade Pangan. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan petani diharapkan mampu meningkatkan produktivitas lahan, memperluas indeks pertanaman, serta mempercepat terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan di Indonesia. Asep Koswara*
Diterbitkan di https://megapolitannews.com/2026/07/12/evaluasi-brigade-pangan-strategi-kementan-percepat-optimalisasi-lahan-dan-swasembada-pangan/


