Telp/Fax 0341-927123 / 429725

|

Optimalkan Lahan CSR, Barito Utara Tingkatkan Indeks Pertanaman

Nadif
Jul 09, 2026

Barito Utara – Optimalisasi lahan menjadi salah satu strategi Kementerian Pertanian dalam meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) dan produksi padi nasional. Selain memanfaatkan lahan secara maksimal, upaya tersebut juga didukung melalui penguatan kapasitas petani, penyuluh, dan Brigade Pangan agar mampu menerapkan teknologi budidaya secara tepat dan berkelanjutan.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa percepatan tanam dan optimalisasi seluruh potensi lahan merupakan langkah strategis untuk menjaga peningkatan produksi pangan nasional.

“Kita harus mengoptimalkan setiap potensi lahan yang ada agar mampu meningkatkan produksi. Dengan percepatan tanam, penerapan teknologi, dan pengelolaan yang baik, target swasembada pangan dapat diwujudkan,” ujar Mentan Amran.

Sejalan dengan arahan tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menegaskan bahwa peningkatan Indeks Pertanaman tidak hanya bergantung pada ketersediaan lahan, tetapi juga pada kualitas sumber daya manusia yang mampu mengadopsi inovasi dan mengelola usaha tani secara profesional.

Menurutnya, penguatan kapasitas petani dan Brigade Pangan melalui pendampingan yang berkelanjutan menjadi faktor penting dalam mempercepat peningkatan produksi pangan.

Sebagai implementasi kebijakan tersebut, UPT Pelatihan Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan melaksanakan kegiatan pengawalan dan pendampingan Brigade Pangan pada lahan Cetak Sawah Rakyat (CSR) di Kabupaten Barito Utara, Rabu (8/7/2026)

Kegiatan ini melibatkan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Barito Utara, Adi Haryadi, Ketua Tim Kerja Penyuluhan Barito Utara, Hendri Naim, Kepala Bidang Penyuluhan, Hartanto, penyuluh pertanian, serta para petani setempat.

Kegiatan diawali dengan survei lapangan untuk mengidentifikasi potensi lahan CSR yang akan dikembangkan sebagai kawasan peningkatan Indeks Pertanaman. Hasil survei tersebut menjadi dasar penyusunan strategi penerapan teknologi budidaya yang sesuai dengan kondisi spesifik lokasi.

Selanjutnya peserta memperoleh sosialisasi mengenai penerapan metode PM-AAS, yaitu pendekatan percepatan tanam yang mengintegrasikan pengelolaan budidaya, efisiensi penggunaan sarana produksi, serta optimalisasi pemanfaatan lahan guna meningkatkan frekuensi tanam dan produktivitas pertanian secara berkelanjutan.

Suasana kegiatan berlangsung dinamis melalui diskusi antara penyuluh, Brigade Pangan, dan petani mengenai berbagai tantangan dalam meningkatkan Indeks Pertanaman. Berbagai masukan dan pengalaman lapangan menjadi bahan pembelajaran bersama untuk memperkuat implementasi metode PM-AAS di wilayah Barito Utara.

Ketua Tim Kerja Penyuluhan Barito Utara, Hendri Naim, menegaskan bahwa keberhasilan peningkatan Indeks Pertanaman memerlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, penyuluh, Brigade Pangan, hingga petani.

“Pendampingan yang berkelanjutan menjadi kunci agar inovasi yang diperkenalkan tidak berhenti pada tahap sosialisasi, tetapi benar-benar diterapkan di lapangan. Dengan sinergi yang kuat, optimalisasi lahan dan peningkatan Indeks Pertanaman dapat diwujudkan secara berkelanjutan,” ujar Hendri.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Barito Utara, Adi Haryadi, menyampaikan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung percepatan peningkatan Indeks Pertanaman melalui penguatan sarana dan prasarana budidaya serta sinergi lintas sektor.

Ia juga meminta agar segera disusun proposal kebutuhan sarana produksi sebagai dasar dukungan terhadap pengembangan lahan CSR, sehingga implementasi program dapat berjalan lebih cepat dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produktivitas pertanian di Kabupaten Barito Utara.

Melalui pengawalan dan pendampingan ini, diharapkan pemanfaatan lahan CSR dapat menjadi salah satu model percepatan peningkatan Indeks Pertanaman sekaligus memperkuat peran Brigade Pangan sebagai penggerak pertanian modern. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh, dan petani diharapkan mampu mendorong peningkatan produksi pangan secara berkelanjutan serta mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional. Asep Koswara*

Diterbitkan di https://megapolitannews.com/2026/07/09/optimalkan-lahan-csr-barito-utara-tingkatkan-indeks-pertanaman/

Similar Post