Telp/Fax 0341-927123 / 429725

|

Hadapi Krisis Iklim dan Tantangan Produksi, Kementan Tingkatkan Kapasitas Penyuluh Pertanian

Nadif
May 19, 2026

Malang – Upaya percepatan swasembada pangan nasional membutuhkan dukungan sumber daya manusia (SDM) pertanian yang kompeten, adaptif, dan mampu menjawab tantangan sektor pertanian, termasuk perubahan iklim dan perkembangan teknologi. Untuk mendukung hal tersebut, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan menyelenggarakan Pelatihan Teknis bagi Penyuluh Pertanian Mendukung Swasembada Pangan Berkelanjutan Angkatan I hingga III pada 19–21 Mei 2026, yang diikuti oleh 58 penyuluh pertanian dari 3 kabupaten, yaitu Malang, Magetan, dan Sumenep.

Pelatihan yang dilaksanakan dengan metode blended learning ini menjadi bagian dari strategi peningkatan kapasitas penyuluh pertanian agar semakin siap mendampingi petani dalam menjalankan program prioritas Kementerian Pertanian. Kegiatan dilakukan secara daring dan luring di wilayah masing-masing peserta dengan pendekatan pembelajaran orang dewasa (andragogy) berbasis kompetensi.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa penguatan SDM pertanian merupakan fondasi utama dalam mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan.

“Kalau kita ingin swasembada pangan tercapai dan berkelanjutan, maka SDM pertanian harus diperkuat. Penyuluh adalah ujung tombak yang langsung mendampingi petani di lapangan,” tegas Amran.

Pelatihan dibuka secara daring oleh Plt Kepala BBPP Ketindan yang juga menjabat Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, Teddy Dirhamsyah. Dalam arahannya, ia menyampaikan bahwa penyuluh memiliki posisi strategis sebagai penghubung antara kebijakan pemerintah dengan kebutuhan nyata petani.

“Penyuluh pertanian adalah agen perubahan yang berperan penting dalam mendampingi petani, terutama dalam mendukung percepatan swasembada pangan. Karena itu, peningkatan kapasitas penyuluh harus dilakukan secara terencana, sistematis, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Menurut Teddy, peningkatan kompetensi penyuluh perlu diarahkan pada bidang-bidang strategis yang mendukung transformasi pertanian menuju sistem produksi yang lebih produktif, efisien, modern, dan berkelanjutan. Ia juga menekankan pentingnya pemahaman terkait adaptasi dan mitigasi perubahan iklim, pemanfaatan varietas unggul tahan cuaca ekstrem, serta penguatan program prioritas seperti optimalisasi lahan (oplah) dan pompanisasi.

Materi pelatihan mencakup kebijakan pembangunan pertanian dan peran penyuluh dalam mendukung swasembada pangan, penerapan teknologi pertanian modern, pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT) pada padi, manajemen Brigade Pangan, hingga digitalisasi penyuluhan dan sistem informasi pertanian.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menambahkan bahwa transformasi pertanian membutuhkan penyuluh yang kompeten, adaptif, serta mampu mengikuti perkembangan teknologi dan dinamika sektor pertanian.

“Penyuluh pertanian harus terus meningkatkan kapasitas agar mampu menjawab tantangan pertanian modern dan mendukung percepatan swasembada pangan secara berkelanjutan,” ujar Santi.

Selain mendukung peningkatan produksi pangan, penguatan kompetensi penyuluh juga dinilai penting dalam membantu petani menghadapi dampak perubahan iklim, menjaga keberlanjutan usaha tani, serta mempercepat adopsi inovasi teknologi di tingkat lapangan.

Melalui pelatihan ini, BBPP Ketindan berharap para penyuluh pertanian semakin optimal dalam menjalankan tugas pendampingan petani, mengawal program prioritas Kementerian Pertanian, serta menjadi motor penggerak pembangunan pertanian di wilayah masing-masing demi terwujudnya swasembada pangan nasional yang berkelanjutan. Humas BBPP Ketindan

Diterbitkan di megapolitannews.com

Similar Post