Telp/Fax 0341-927123 / 429725

|

Harga Jual Sangat Rendah Petani Sumbawa Barat Harapkan Bulog Gerak Cepat Serap Gabah

Najia
Jan 16, 2025

Pemerintah telah menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah dan jagung sejak 15 Januari 2025. Namun serap gabah yang sejatinya oleh Bulog dilakukan secara maksimal, belum dirasakan oleh petani di Sumbawa Barat.

Para petani di Kacamatan Brang Rea, Desa Sapugara Bree, tengah panen padi dengan luas excisting 376,65 Ha. Produktivitas di lahan irigasi teknis mencapai 6,4 ton/ Ha, sedangkan sawah tadah hujan mencapai 5 ton/ Ha.

Permasalahan kadar air yang tinggi akibat curah hujan tinggi dialami petani di Desa Sapugara Bree. Akibat dari tingginya curah hujan, panen dilakukan lebih cepat dan belum matang betul saat dipanen. Hal ini diungkapkan oleh Yan Bahtiar, petani di Desa Sapuraga Bree.

Ia juga mengungkapkan, bahwa harga jual gabah kering milik petani saat ini kisaran Rp. 5.750. Sangat jauh dengan HPP gabah yang ditetapkan pemintah yakni Rp. 6.500.

Sementara itu, Mustamirin selaku Koordinator Penyuluh di Kecamatan Brang Rea, menuturkan bahwa selama ini tidak ada pengamanan dari Bulog untuk serap gabah petani.

“Karena tidak ada jaminan dan pengamanan Bulog menyerap gabah milik petani, maka petani di Desa Sapugara Bree menjual hasil gabah ke tengkulak,”jelas Mustamirin.

“Kami berharap bahwa dengan kenaikan HPP saat ini, peran Bulog bisa gerak cepat dalam serap gabah petani. Harga di tempat kami saat ini Rp. 5.750 per kilogram, sedangkan HPP Rp. 6.500, sangat jauh sekali. Mudah-mudahkan petani kami bisa dibantu mencapai HPP tersebut,”imbuh Mustamirin, dari Poktan Lang. (*)

Similar Post