Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan terus mendorong modernisasi pertanian melalui K-Smart Farm, salah satunya dengan budidaya melon berbasis teknologi modern dan Good Agricultural Practices (GAP). Salah satu komoditas unggulan yang dikembangkan adalah melon Sweet Lavender di lahan seluas 1.600 meter persegi (m²) dengan populasi 2.400 tanaman. Budidayanya menerapkan pertanian presisi melalui artificial intelligence (AI), robotik, mekanisasi, dan alsintan cerdas. Teknologi utama yang digunakan adalah fertigasi presisi, yang memungkinkan pemberian air dan nutrisi hingga 24 kali sehari. Sistem tersebut mengatur berbagai parameter, seperti pH, electrical conductivity (EC), suhu, kelembapan, sirkulasi udara, dan intensitas cahaya untuk mengoptimalkan pertumbuhan tanaman. Melon dipanen sekitar 75 hari setelah tanam (HST) dengan target satu buah per tanaman. Bobot rata-rata mencapai 1,3 kilogram dengan tingkat kemanisan 15–17°Brix. Dari 2.400 tanaman, potensi produksi mencapai sekitar 3,12 ton per siklus. Selain meningkatkan produktivitas dan efisiensi, BBPP Ketindan membangun kerja sama dengan offtaker untuk memperluas pemasaran hasil K-Smart Farm. Pengembangan teknologi pertanian presisi dapat diterapkan untuk menghasilkan melon berkualitas, efisien, dan berdaya saing. K-Smart Farm juga menjadi sarana edukasi bagi petani dan generasi muda bahwa pertanian merupakan sektor modern, inovatif, dan menjanjikan secara ekonomi.


