Telp/Fax 0341-927123 / 429725

|

Kalsel Dalami Pertanian Modern, dari Budidaya Melon hingga Jejaring Pemasaran

Nadif
Sep 18, 2026

Malang – Upaya memperkuat penerapan pertanian modern terus didorong melalui peningkatan wawasan dan kompetensi sumber daya manusia pertanian. Salah satunya dilakukan melalui pertukaran pengetahuan dan pengalaman antardaerah, seperti kunjungan studi tiru Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) ke Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan, Kamis (17/9/2026).

Sebanyak 18 peserta dari Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalsel mengikuti kunjungan yang difokuskan pada pengembangan hortikultura berbasis teknologi, khususnya budidaya tanaman dalam greenhouse serta pengelolaan jejaring pemasaran.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa transformasi pertanian dari sistem tradisional menuju pertanian modern menjadi salah satu langkah penting dalam mewujudkan swasembada pangan. “Langkah kami ada dua untuk mencapai swasembada, yaitu deregulasi dan transformasi pertanian dari tradisional ke modern,” ujarnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya penguatan kapasitas SDM pertanian agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Pemanfaatan teknologi, penguatan kelembagaan petani, dan peningkatan kompetensi menjadi bagian penting dalam mendorong pertanian yang modern dan berdaya saing. Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalsel, Amir Sahlan, yang hadir mewakili Kepala Dinas, menyampaikan apresiasi atas penerimaan BBPP Ketindan terhadap rombongan Kalsel.

“Terima kasih karena kami telah diterima dengan baik di BBPP Ketindan. Tujuan kami melakukan studi tiru ini untuk menambah wawasan dan ilmu, terutama dalam aplikasi budidaya tanaman hortikultura seperti melon, tomat, dan anggur dalam greenhouse,” ungkap Amir.

Menurutnya, pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh melalui kunjungan tersebut diharapkan dapat menjadi bahan untuk dikembangkan dan diaplikasikan di Kalimantan Selatan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan daerah.

Sementara itu, Kepala BBPP Ketindan, Nurul Qomariyah, menyambut baik kunjungan tersebut. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Menurutnya, studi tiru tidak semata-mata menjadi kesempatan untuk melihat praktik yang diterapkan di BBPP Ketindan, tetapi juga menjadi ruang untuk saling belajar dan bertukar pengalaman.

“Setiap daerah memiliki potensi, tantangan, sumber daya, dan karakteristik pertanian yang berbeda. Apa yang kami lakukan di Jawa Timur tentu tidak serta-merta dapat diterapkan sama persis di Kalimantan Selatan. Namun, prinsip, pengalaman, inovasi, dan pembelajaran yang kami miliki dapat menjadi bahan untuk dikembangkan sesuai dengan kebutuhan daerah,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengembangan pertanian modern tidak cukup hanya berorientasi pada peningkatan produksi. Teknologi perlu diikuti dengan manajemen yang tepat, sumber daya manusia yang kompeten, pengelolaan usaha yang baik, serta akses pasar yang jelas.

Menurut Nurul, integrasi antara teknologi, produksi, sumber daya manusia, dan pasar menjadi bagian penting dalam membangun pertanian modern yang mampu memberikan nilai tambah bagi petani.

Dalam kunjungan tersebut, Widyaiswara BBPP Ketindan Nunung Nurhadi menyampaikan materi “Budidaya Melon dalam Greenhouse”. Materi membahas tahapan budidaya mulai dari persiapan greenhouse dan media tanam, persemaian, penanaman, pengelolaan nutrisi dan fertigation, pemeliharaan tanaman, polinasi, seleksi buah, pengendalian organisme pengganggu tumbuhan, hingga panen dan pascapanen.

Pengelolaan fertigation menjadi salah satu bagian penting dalam budidaya melon greenhouse. Pengaturan EC, pH, volume pemberian nutrisi, serta pemantauan aliran dan kondisi media dilakukan sesuai dengan fase pertumbuhan tanaman. Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa budidaya dalam greenhouse membutuhkan pengelolaan yang terukur dan dilakukan secara berkala.

Selain aspek produksi, peserta juga mendapatkan materi “Jejaring Pemasaran” yang disampaikan Widyaiswara lainnya, Nining Hariyani. Materi menekankan bahwa keberhasilan usaha hortikultura tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menghasilkan produk, tetapi juga kemampuan membangun dan mengelola jaringan pemasaran.

Peserta dikenalkan pada pentingnya survei pasar, analisis usaha tani, promosi, pengelolaan pesanan dan distribusi, pencatatan penjualan, hingga membangun hubungan dengan berbagai pihak. Jejaring pemasaran juga mencakup hubungan dengan petani, distributor, eksportir, lembaga pembiayaan, penyedia teknologi, maupun pihak lain yang mendukung keberlanjutan usaha.

Melalui kunjungan tersebut, studi tiru tidak berhenti pada pembelajaran teknis budidaya, tetapi juga mempertemukan aspek produksi dan pasar sebagai bagian yang saling berkaitan dalam pengembangan usaha hortikultura.

Kunjungan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalsel ini diharapkan menjadi langkah awal bagi penguatan penerapan teknologi budidaya hortikultura di daerah, sekaligus membuka peluang kolaborasi dan pertukaran pengetahuan yang dapat mendukung pengembangan pertanian modern. Selain menerima materi, peserta juga mengunjungi langsung instalasi smart greenhouse di BBPP Ketindan serta instalasi laboratorium. Humas BBPP Ketindan

Diterbitkan di https://megapolitannews.com/2026/09/18/kalsel-dalami-pertanian-modern-dari-budidaya-melon-hingga-jejaring-pemasaran/

Similar Post