Telp/Fax 0341-927123 / 429725

|

Kementan Percepat PM-AAS di Jawa Timur, Brigade Pangan Jadi Motor Pengelolaan Pertanian Modern

Nadif
Jul 21, 2026

Surabaya – Kementerian Pertanian (Kementan) terus mempercepat implementasi Program Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS) di Jawa Timur dengan memperkuat peran Brigade Pangan sebagai motor pengelolaan pertanian modern.

Langkah tersebut menjadi fokus dalam Rapat Koordinasi Percepatan Pelaksanaan PM-AAS yang diselenggarakan Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Jawa Timur di Gedung Serbaguna Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur, Surabaya, Selasa (21/7/2026).

Rapat koordinasi dihadiri Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur, Penanggung Jawab Swasembada Pangan (PJ SPB) tingkat provinsi dan kabupaten/kota se-Jawa Timur, BBRMP Jawa Timur, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan, Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang, Badan Pusat Statistik (BPS), ATR/BPN, PT Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC), liaison officer (LO) Brigade Pangan Provinsi Jawa Timur, serta perwakilan kabupaten/kota pelaksana PM-AAS.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa keberhasilan transformasi pertanian modern ditentukan oleh kesiapan sumber daya manusia yang mampu menguasai teknologi dan memperkuat kelembagaan petani.

“Transformasi pertanian modern membutuhkan SDM unggul yang adaptif terhadap inovasi dan teknologi, serta memiliki kompetensi yang terukur dan profesional,” ujar Mentan Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menambahkan bahwa peningkatan kompetensi SDM dan penguatan kelembagaan petani merupakan faktor kunci dalam mendukung percepatan swasembada pangan nasional.

“Penguatan kompetensi melalui pendidikan, pelatihan, dan pendampingan merupakan langkah strategis untuk menyiapkan SDM pertanian yang unggul, profesional, adaptif, dan berdaya saing dalam mendukung percepatan swasembada pangan nasional,” kata Arsanti.

Dalam rapat tersebut, Kepala BBPP Ketindan, Nurul Qomariyah, memaparkan strategi pembentukan dan penguatan Brigade Pangan di kawasan Optimasi Lahan (Oplah). Menurutnya, Brigade Pangan merupakan kelembagaan ekonomi pertanian yang dikelola petani milenial secara profesional dengan sistem usaha berbasis kawasan untuk mendukung implementasi PM-AAS.

Brigade Pangan didorong menjadi penggerak utama pengelolaan lahan modern melalui pemanfaatan alat dan mesin pertanian, percepatan mekanisasi, peningkatan produktivitas, serta pengembangan usaha tani yang efisien dan berorientasi agribisnis. Dengan peran tersebut, Brigade Pangan menjadi salah satu instrumen penting dalam mewujudkan pertanian modern yang produktif dan berkelanjutan.

BBPP Ketindan memiliki peran strategis dalam mendampingi pembentukan Brigade Pangan melalui fasilitasi koordinasi, pendampingan lapangan, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia pertanian. Hingga akhir 2025, pembentukan Brigade Pangan di Jawa Timur telah melampaui target dengan terealisasi 95 brigade yang mengelola areal Optimasi Lahan seluas 18.508 hektare. Pada 2026, target meningkat menjadi 99 Brigade Pangan dengan potensi lahan mencapai 19.523 hektare.

Untuk memperkuat kapasitas kelembagaan tersebut, BBPP Ketindan juga telah melaksanakan berbagai pelatihan teknis bagi penyuluh pertanian dan anggota Brigade Pangan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan kompetensi peserta setelah mengikuti pelatihan sehingga diharapkan mampu mengelola usaha tani secara profesional, modern, dan berkelanjutan.

Nurul mengungkapkan bahwa pengembangan Brigade Pangan masih menghadapi sejumlah tantangan, di antaranya keterbatasan modal awal, rendahnya motivasi sebagian calon anggota, serta perlunya meningkatkan kepercayaan petani terhadap kelembagaan baru tersebut.

Sebagai langkah penyelesaian, BBPP Ketindan mendorong seleksi anggota yang lebih terarah, penguatan pendampingan oleh penyuluh pertanian, peningkatan komitmen pengelolaan usaha, serta pembagian tugas yang jelas dalam setiap Brigade Pangan agar mampu menjalankan usaha tani secara optimal.

Selain penguatan Brigade Pangan, rapat koordinasi juga membahas sinkronisasi data luas tanam dan luas panen, pembaruan data lahan baku sawah, serta dukungan penyediaan pupuk bersubsidi. Sinergi lintas instansi tersebut diharapkan semakin mempercepat implementasi PM-AAS dan meningkatkan produktivitas pertanian di Jawa Timur.

Melalui penguatan SDM pertanian, pengembangan Brigade Pangan, dan kolaborasi antarlembaga, Kementerian Pertanian optimistis implementasi PM-AAS di Jawa Timur dapat berjalan lebih efektif, mendorong modernisasi pertanian, serta mempercepat terwujudnya swasembada pangan nasional. Dewi Melani/Solikin*

Diterbitkan di https://megapolitannews.com/2026/07/21/kementan-percepat-pm-aas-di-jawa-timur-brigade-pangan-jadi-motor-pengelolaan-pertanian-modern/

Similar Post