Telp/Fax 0341-927123 / 429725

|

Kementan Perkuat Link and Match Industri melalui Sertifikasi Kompetensi Manajer Produksi Agribisnis

Nadif
May 26, 2026

Bogor — Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) pertanian melalui pelaksanaan sertifikasi kompetensi skema Manajer Produksi Agribisnis bagi mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor. Kegiatan yang berlangsung pada 23–25 Mei 2026 ini difasilitasi oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pertanian Kementerian Pertanian dengan melibatkan asesor dari Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan.

Sertifikasi kompetensi ini menjadi bagian dari implementasi pendidikan vokasi berbasis kompetensi yang mengedepankan keterpaduan antara proses pembelajaran dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh penguatan akademik, tetapi juga pengakuan kompetensi kerja yang terukur sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).

Kepala Pusat Pelatihan Pertanian sekaligus Ketua LSP Pertanian Kementerian Pertanian, Tedy Dirhamsyah, menegaskan bahwa sertifikasi kompetensi merupakan langkah strategis dalam mencetak SDM pertanian yang profesional, adaptif, dan siap menghadapi perkembangan agribisnis modern.

“Pertanian modern membutuhkan SDM yang tidak hanya menguasai aspek teknis, tetapi juga memiliki kemampuan manajerial, analitis, dan pengambilan keputusan. Sertifikasi kompetensi menjadi instrumen penting untuk memastikan kompetensi tersebut terukur dan diakui secara profesional,” ujarnya.

Skema Manajer Produksi Agribisnis yang diujikan mencakup kompetensi perencanaan usaha, pengorganisasian sumber daya produksi, pengendalian operasional, pengelolaan risiko, hingga evaluasi dan strategi pengembangan agribisnis. Unit kompetensi tersebut telah terintegrasi dalam kurikulum Program Studi Agribisnis Pertanian Hortikultura Polbangtan Bogor, sehingga selaras dengan kebutuhan industri pertanian modern.

Pelaksanaan asesmen dilakukan oleh tim asesor kompetensi yang terdiri atas Laila Nuzuliyah sebagai koordinator asesor bersama Nining Hariyani dari BBPP Ketindan dan Sri Ayu Andayani. Proses asesmen dilakukan melalui verifikasi portofolio, observasi praktik, wawancara, hingga pengujian kemampuan analisis berbasis bukti kompetensi.

Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa transformasi pertanian modern membutuhkan generasi muda yang kompeten dan siap menghadapi tantangan global.

“Pertanian modern membutuhkan generasi muda yang mampu menguasai aspek teknis dan manajerial agar siap menghadapi tantangan global, perkembangan teknologi, dan dinamika pasar,” tegas Mentan Amran.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyampaikan bahwa sertifikasi kompetensi merupakan bentuk pengakuan profesional terhadap capaian kompetensi mahasiswa vokasi pertanian.

“Melalui sertifikasi kompetensi, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengakuan akademik, tetapi juga pengakuan profesional yang menjadi bekal penting untuk memasuki dunia kerja dan dunia usaha,” ujarnya.

Melalui pelaksanaan sertifikasi ini, Kementerian Pertanian berharap terbangun sinergi yang semakin kuat antara pendidikan vokasi, pelatihan, dan kebutuhan industri pertanian guna menciptakan SDM pertanian yang profesional, kompeten, dan berdaya saing tinggi di era pertanian modern. Laila Nuzuliyah/Nining Hariyani*

Diterbitkan di https://megapolitannews.com/2026/05/26/kementan-perkuat-link-and-match-industri-melalui-sertifikasi-kompetensi-manajer-produksi-agribisnis/

Similar Post