Malang – Budidaya melon sebagai salah satu komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi terus berkembang di berbagai daerah. Namun, tingginya minat terhadap budidaya melon juga diiringi tantangan berupa serangan hama dan penyakit yang dapat menurunkan produktivitas serta kualitas hasil panen.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan menyelenggarakan Bertani on Cloud (BOC) Volume 355 dengan tema “Hama dan Penyakit pada Tanaman Melon”, Kamis (18/06/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting ini diikuti sekitar 966 peserta yang terdiri atas penyuluh pertanian, petani, pelaku usaha tani, pegawai lingkup BBPP Ketindan dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Pertanian lainnya, serta perwakilan Pusat Pelatihan Pertanian (Puslatan). Selain melalui Zoom, kegiatan juga disiarkan secara langsung melalui kanal media sosial BBPP Ketindan sehingga dapat diakses masyarakat luas.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pertanian merupakan salah satu kunci dalam mewujudkan sektor pertanian yang maju, modern, dan berdaya saing.
“Petani dan penyuluh harus terus didorong untuk menguasai inovasi dan teknologi guna menghadapi berbagai tantangan sektor pertanian, termasuk ancaman organisme pengganggu tumbuhan yang dapat memengaruhi produktivitas dan kualitas hasil pertanian,” ujar Mentan Amran.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya penguatan kompetensi SDM pertanian secara berkelanjutan melalui pendidikan, pelatihan, dan penyuluhan. Menurutnya, pemanfaatan teknologi digital melalui program Bertani on Cloud menjadi langkah strategis untuk memperluas akses pembelajaran bagi petani dan penyuluh di seluruh Indonesia.
Mewakili Kepala BBPP Ketindan, Kepala Bagian Umum BBPP Ketindan, Ema Ernawati, menyampaikan bahwa tema yang diangkat dalam BOC Volume 355 sangat relevan dengan perkembangan budidaya melon yang semakin diminati karena memiliki nilai ekonomi tinggi dan peluang pasar yang menjanjikan.
“Transformasi pembangunan pertanian menuntut SDM pertanian yang adaptif, inovatif, dan mampu merespons berbagai tantangan di lapangan. Salah satu tantangan nyata yang dihadapi petani adalah serangan organisme pengganggu tumbuhan yang dapat menurunkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian,” ujarnya.
Ema menjelaskan bahwa melon premium memiliki permintaan pasar yang tinggi. Namun, keberhasilan budidayanya sangat dipengaruhi oleh kemampuan petani dalam mengendalikan serangan hama dan penyakit pada setiap fase pertumbuhan tanaman. Oleh karena itu, pemahaman mengenai strategi pengendalian yang tepat menjadi faktor penting untuk menjaga produktivitas dan kualitas hasil panen.
Pada kesempatan tersebut, Widyaiswara BBPP Ketindan bidang proteksi tanaman, Lutfi Tri Andriani, memaparkan berbagai jenis hama dan penyakit yang umum menyerang tanaman melon, seperti kutu daun, thrips, lalat buah, dan tungau. Serangan organisme pengganggu tumbuhan tersebut dapat menyebabkan kerusakan pada daun, bunga, maupun buah sehingga berdampak pada penurunan kualitas dan kuantitas hasil panen.
Lutfi menjelaskan bahwa penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) merupakan salah satu strategi efektif untuk menekan serangan hama sekaligus menjaga keseimbangan lingkungan. PHT dapat dilakukan melalui pemantauan rutin, sanitasi lahan, penggunaan perangkap, pemanfaatan musuh alami, serta penggunaan pestisida secara bijaksana dan sesuai kebutuhan.
“Dengan penerapan pengendalian yang tepat, tanaman melon dapat tumbuh optimal dan menghasilkan buah berkualitas premium yang memiliki daya saing tinggi di pasar,” jelasnya.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang disampaikan terkait identifikasi hama dan penyakit, langkah pencegahan, serta teknik pengendalian yang efektif pada berbagai kondisi agroekosistem.
Melalui penyelenggaraan BOC Volume 355, BBPP Ketindan berharap dapat terus memperkuat kapasitas SDM pertanian Indonesia, memperluas akses informasi dan teknologi pertanian, serta mendorong penerapan budidaya hortikultura yang produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan dalam mendukung terwujudnya pertanian maju, pangan berdaulat, dan Indonesia kuat. Humas BBPP Ketindan


