Telp/Fax 0341-927123 / 429725

|

Lampaui Target, Tanam Serempak Kementan Percepat Tanam CSR di Kalimantan

Yeniartha
Apr 10, 2026

TANAH LAUT– Kementerian Pertanian (Kementan) terus mempercepat optimalisasi lahan melalui Gerakan Tanam Serempak di lokasi Cetak Sawah Rakyat (CSR). Kegiatan ini dipusatkan di Desa Panyipatan, Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, Kamis (9/4/2026).

Gerakan tanam ini dilaksanakan serentak di 17 provinsi sebagai bagian dari percepatan tanam nasional di lahan CSR. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, yang mewakili Wakil Menteri Pertanian, bersama jajaran Kementan dan pemerintah daerah.

Program ini merupakan langkah strategis untuk mengoptimalkan lahan cetak sawah baru maupun lahan tidur agar segera produktif. Selain memperluas areal tanam, upaya ini juga bertujuan meningkatkan indeks pertanaman guna mendukung swasembada pangan berkelanjutan.

Berdasarkan laporan lapangan, realisasi tanam nasional menunjukkan capaian yang melampaui target harian. Hingga 9 April 2026 pukul 17.00 WIB, luas tanam mencapai 10.067,81 hektare dari target 11.775 hektare atau sekitar 85,50 persen.

Sejumlah wilayah bahkan mencatat capaian di atas 100 persen, di antaranya Kalimantan Tengah sebesar 4.105,63 hektare (101,95 persen) dan Kalimantan Selatan 2.197,60 hektare (100,50 persen).

Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan turut berperan aktif dalam pengawalan kegiatan di Kalimantan Tengah, khususnya di Kabupaten Pulang Pisau. Peran ini penting untuk memastikan percepatan tanam berjalan optimal melalui pendampingan teknis dan penguatan kapasitas sumber daya manusia pertanian.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman menegaskan bahwa tanam serempak merupakan langkah konkret dalam menjaga stabilitas produksi pangan nasional di tengah tantangan perubahan iklim.

“Kita pastikan tanam berjalan serentak di berbagai wilayah. Ini langkah nyata untuk menjaga produksi tetap stabil dan memastikan kebutuhan pangan nasional aman,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya optimalisasi lahan cetak sawah guna meningkatkan frekuensi tanam hingga dua sampai tiga kali dalam setahun.

Sementara itu, Kepala BPPSDMP Idha Widi Arsanti menyampaikan bahwa keberhasilan percepatan tanam sangat ditentukan oleh pengawalan di lapangan.

“Target kita bukan hanya membuka lahan, tetapi memastikan lahan tersebut benar-benar tertanami. Percepatan tanam harus dijaga dengan capaian minimal 1.000 hektare per hari agar momentum tidak hilang,” jelasnya.

Ia menambahkan, sinergi antara penyuluh, pemerintah daerah, dan petani menjadi kunci keberhasilan program, termasuk kesiapan petani untuk segera menanam tanpa menunggu kondisi ideal.

Gerakan ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari unit kerja Kementan, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, hingga Brigade Pangan sebagai penggerak di lapangan. Dukungan alat dan mesin pertanian (alsintan) juga dioptimalkan guna mempercepat proses olah tanah dan tanam.

Melalui program ini, Kementerian Pertanian menegaskan komitmennya dalam mempercepat pemanfaatan lahan baru agar segera produktif, meningkatkan produksi nasional, serta memperkuat ketahanan pangan Indonesia secara berkelanjutan.

(*Isdianto/Humas BBPP Ketindan

Similar Post