Jombang – Sebanyak 35 peserta yang tergabung dalam 10 Brigade Pangan (BP) mengikuti Pelatihan Teknis Brigade Pangan Angkatan VIII yang diselenggarakan di Kabupaten Jombang pada 25–27 Juni 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas SDM Brigade Pangan agar mampu mengelola usaha pertanian secara profesional, mandiri, dan berkelanjutan.
Peserta berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Jombang, yakni BP Berkah Usaha dan BP Rukun Makmur dari Kecamatan Jogoroto, BP Laskar Tani, BP Podo Duwur, BP Tani Next, BP Gema Tani, dan BP Petamu dari Kecamatan Kesamben, BP Gasinbar dari Kecamatan Bareng, BP Pamong Tani dari Kecamatan Plandaan, serta BP Megamulyo dari Kecamatan Megaluh.
Setelah hari pertama pembekalan teknis budidaya, pembelajaran dilanjutkan dengan materi kewirausahaan dan managemen keuangan, kegiatan pelatihan berlangsung secara partisipatif dengan mengombinasikan metode ceramah interaktif, diskusi, praktik perhitungan, penugasan kelompok, serta presentasi hasil kerja peserta.
Salah satu titik berat materi yaitu kewirausahaan pertanian yang meliputi konsep dasar kewirausahaan pertanian, karakteristik wirausaha yang adaptif dan inovatif, penyusunan rencana usaha tani, identifikasi dan pengelolaan risiko usaha, strategi pemasaran hasil pertanian, hingga pengembangan usaha tani yang mandiri dan berkelanjutan.
Dalam sesi tersebut, peserta diajak memahami pentingnya transformasi petani menjadi agripreneur yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga mampu membaca peluang pasar, mengambil keputusan usaha secara tepat, serta mengelola berbagai risiko usaha. Untuk memperkuat pemahaman, peserta diberikan praktik penyusunan Business Model Canvas (BMC) sebagai alat perencanaan bisnis. Peserta dibagi menjadi empat kelompok untuk menyusun model bisnis berdasarkan kondisi nyata Brigade Pangan masing-masing.
Asep Koswara selaku widyaiswara BBPP Ketindan yang mengajar pada pelatihan ini memberikan ulasan terhadap setiap hasil presentasi sekaligus memberikan masukan mengenai strategi pengembangan usaha agar lebih realistis, terukur, dan berorientasi pasar.
Yang tidak kalah pentingnya ialah materi literasi keuangan. Peserta diminta untuk identifikasi kondisi administrasi kelompok dan pengelolaan kas Brigade Pangan yang telah dijalankan. Fokus materi ialah peningkatan kemampuan peserta dalam mengelola keuangan usaha tani secara sederhana, transparan, dan akuntabel. Meliputi pengenalan biaya tetap dan biaya variabel, penyusunan anggaran usaha tani, perhitungan biaya produksi, pendapatan, dan keuntungan usaha. Selain itu, peserta juga mempelajari teknik pencatatan keuangan sederhana yang dapat diterapkan dalam pengelolaan Brigade Pangan.
Rangkaian Pelatihan Teknis Brigade Pangan Angkatan VIII ditutup secara resmi oleh Kepala BBPP Ketindan Lawang, Nurul Qomariyah, didampingi Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, M. Rony.
Dalam penutupan, Nurul menyampaikan harapan agar seluruh peserta dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di wilayah masing-masing.
”Pelatihan ini diharapkan mampu mendorong Brigade Pangan menjadi kelembagaan ekonomi petani yang semakin kuat, inovatif, dan berdaya saing. Penguasaan materi kewirausahaan pertanian diharapkan mampu melahirkan agripreneur baru yang mampu menangkap peluang usaha di sektor pertanian,” pungkas Nurul.
Dengan bekal kompetensi tersebut, Brigade Pangan di Kabupaten Jombang diharapkan mampu meningkatkan kemandirian usaha, memperkuat kesejahteraan anggotanya, sekaligus mendukung percepatan terwujudnya swasembada pangan nasional. Asep Koswara*


