Telp/Fax 0341-927123 / 429725

|

LKPIA UPT Kementan Survei Informasi Harga Pasar Produk Pangan dan Hortikultura

Yeniartha
Mar 14, 2025

MALANG – Informasi pasar merupakan hal sangat penting bagi keberlangsungan sebuah usaha. Hal tersebut dapat digunakan untuk mengevaluasi peluang pasar pada masa sekarang ataupun masa mendatang, menguji strategi pasar dan mengambil keputusan bisnis yang efektif melalui nilai jual suatu produk.

Guna mengidentifikasi informasi harga pasar dan melayani ketersediaan produk pertanian yang terjangkau bagi masyarakat, maka Layanan Konsultasi Pusat Inkubator Agribisnis (LKPIA) Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan melalui Unit Pembelajaran Promosi dan Pemasaran telah melakukan survei informasi harga pasar untuk produk pangan dan hortikultura pada Senin (10/03/2025) lalu. Survei pasar berlokasi di Pasar Lawang dan Pasar Singosari Kabupaten Malang. Tak hanya itu, survei pasar juga dilakukan secara online melalui aplikasi yang telah tersedia di website informasi pasar regional wilayah Jawa Timur yaitu https://siskaperbapo.jatimprov.go.id/ dan https://siharkepo.malangkab.go.id/.

Sasaran komoditas yang disurvei meliputi beberapa komoditas pertanian strategis baik tanaman pangan maupun hortikutura untuk mendukung program swasembada pangan Kementerian Pertanian. 16 komoditas yang disurvei yaitu ubi jalar, ubi kayu, jagung pipil kering, jagung manis, tomat sayur, tomat beef, tomat cherry, sawi, kacang panjang, kangkung, selada, paprika, buncis, melon madu dan buah naga.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menekankan bahwa pemerintah terus berkomitmen untuk menstabilkan harga pangan. Perintah Presiden jelas bahwa harga pangan harus stabil dan terjangkau bagi masyarakat, sehingga Kementerian Pertanian bekerja keras bersama seluruh kementerian dan lembaga terkait untuk memastikan tidak ada lonjakan harga yang memberatkan rakyat.

Mentan juga menegaskan pentingnya kepatuhan para pengusaha dan pedagang terhadap ketentuan HET (harga eceran tertinggi) sebagaimana yang diinstruksikan oleh Presiden Prabowo.

Sejalan dengan arahan tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti juga menyampaikan bahwa stok pangan dipastikan tersedia dengan harga yang lebih terjangkau, sehingga masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokoknya dengan lebih mudah.

Survei pasar dilaksanakan oleh beberapa surveyor yaitu petugas Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan dibantu oleh mahasiswa yang melaksanakan praktek kerja lapangan (PKL). Hal ini dilakukan dalam rangka pembelajaran kepada mahasiswa agar mereka tidak hanya memperoleh pengalaman dan pembelajaran in wall dan out wall BBPP Ketindan, sehingga mereka dapat berinteraksi langsung kepada masyarakat khususnya pelaku pasar.

Ikrimatus Sholeh salah satu surveyor dari Politeknik Jember mengaku bahwa ia baru pertama kali melaksanakan survei pasar dan memperoleh manfaat besar dalam kegiatan PKLnya. Ia mengatakan bahwa melalui kegiatan survei pasar ini pelaku utama dapat mengidentifikasi kebutuhan pasar, target pasar, informasi pasar dan meminimalisir risiko pada saat terjadi fluktuasi harga. Hasil survei pasar tersebut dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan dalam mengembangkan strategi pemasaran selanjutnya khususya dalam penetapan harga jual komoditas pertanian.

Secara umum, pelaksanaan survei pasar berjalan dengan lancar dan tidak menemui kendala yang berarti walaupun tidak semua pedagang mau diwawancarai. Selanjutnya hasil survei pasar ini diharapkan dapat bermanfaat baik bagi pelaku utama maupun pelaku usaha untuk mencapai keberhasilan usahanya. Adhis Millia Windhy/Agung Yulianto*

Diterbitkan di lajurpertanian.com dan megapolitannews.com

Similar Post