Telp/Fax 0341-927123 / 429725

|

P4S Jatim Perkuat Peran Penyuluh Swadaya, Dorong Petani Lebih Mandiri dan Berdaya Saing

Nadif
Nov 05, 2026

Situbondo – Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) memiliki peran strategis dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) pertanian melalui pembelajaran berbasis pengalaman dan praktik nyata. Sebagai kelembagaan yang tumbuh dari petani, P4S diharapkan mampu menjadi penggerak penyuluhan swadaya sekaligus memperluas penyebaran inovasi pertanian hingga tingkat perdesaan.

Penguatan peran tersebut menjadi fokus Pertemuan Triwulan III Forum Komunikasi (FK) P4S Provinsi Jawa Timur yang diselenggarakan di P4S Murtajaya, Kabupaten Situbondo, Kamis (5/11/2026). Mengusung tema “Peran P4S sebagai Penyuluh Swadaya dalam Meningkatkan SDM Petani”, kegiatan ini menjadi wadah komunikasi, koordinasi, dan berbagi pengalaman antarpengelola P4S untuk memperkuat kontribusi dalam pembangunan pertanian.

Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan, Nurul Qomariyah, melalui Ketua Kelompok Substansi Program dan Evaluasi BBPP Ketindan, Astutiningsih, menyampaikan bahwa kualitas SDM merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan pembangunan pertanian. Petani tidak hanya dituntut memiliki pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi serta dinamika usaha pertanian.

Menurutnya, P4S bukan sekadar tempat pelatihan, melainkan pusat pembelajaran yang mengedepankan prinsip dari petani, oleh petani, dan untuk petani. Pengalaman keberhasilan usaha tani dapat menjadi sumber pembelajaran bagi petani lainnya. Melalui peran sebagai penyuluh swadaya, pengelola P4S diharapkan mampu menjadi penggerak, motivator, dan pendamping yang melengkapi peran penyuluh pertanian pemerintah.

Dukungan terhadap pengembangan P4S juga disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Situbondo, Akhmad Yulianto, yang mewakili Bupati Situbondo. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa sektor pertanian memiliki peran penting, tidak hanya dalam pemenuhan pangan, tetapi juga dalam meningkatkan kesejahteraan petani, penyerapan tenaga kerja, pengembangan ekonomi perdesaan, dan pengendalian inflasi daerah.

Kabupaten Situbondo memiliki potensi pertanian pada subsektor tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, hingga peternakan. Potensi tersebut perlu dikembangkan melalui peningkatan produktivitas, penguatan kelembagaan petani, pemanfaatan teknologi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Menurutnya, P4S memiliki posisi penting sebagai pusat pembelajaran, pusat inovasi, sekaligus motor penggerak pemberdayaan masyarakat pertanian di perdesaan. Pemerintah Kabupaten Situbondo juga berkomitmen mendorong lahirnya petani yang kompeten, inovatif, mandiri, dan memiliki jiwa kewirausahaan.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui program Akademi Petani Muda Situbondo sebagai ruang pembelajaran dan peningkatan kapasitas generasi muda di bidang pertanian. Selain itu, pemerintah daerah telah melaksanakan pembekalan dan sertifikasi kompetensi Penyuluh Pertanian Swadaya dengan Skema Fasilitator Pemula untuk memberikan pengakuan kompetensi sekaligus meningkatkan profesionalisme penyuluh dalam mendampingi petani.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Situbondo, Quratul Aini, menyampaikan apresiasi atas kehadiran berbagai pihak dalam pertemuan tersebut dan berharap momentum ini dapat memberikan motivasi bagi P4S di Situbondo untuk terus berkembang dan meningkatkan kapasitas kelembagaannya. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada BBPP Ketindan atas kerja sama dalam pelaksanaan sertifikasi kompetensi yang telah menghasilkan 26 peserta dinyatakan kompeten. Ke depan, sinergi dengan perguruan tinggi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta sekolah menengah kejuruan (SMK) diharapkan semakin diperkuat untuk mendukung peningkatan kualitas SDM pertanian di Situbondo.

Sementara itu, Ketua Forum Komunikasi P4S Jawa Timur, Tarwa Mustofa, menyampaikan perkembangan hasil Jambore P4S di Gorontalo pada 20 – 22 Oktober 2026. Salah satu hasil yang disampaikan adalah rencana peningkatan kompetensi bagi 1.400 pengelola P4S melalui program pelatihan. Ia juga menyampaikan bahwa Jambore P4S berikutnya direncanakan berlangsung di Lampung pada 2027, sedangkan Musyawarah Nasional untuk pergantian kepengurusan tingkat nasional dijadwalkan pada 2028 di Ibu Kota Nusantara (IKN).

Penguatan P4S sebagai bagian dari ekosistem penyuluhan pertanian juga sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Pertanian. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman terus mendorong penguatan peran penyuluh dan kelembagaan petani sebagai ujung tombak pelaksanaan program pembangunan pertanian hingga tingkat lapangan.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian, Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya peningkatan kompetensi SDM dan penguatan kelembagaan sebagai modal untuk membangun pertanian yang maju, mandiri, dan modern.

Melalui pertemuan ini, FK P4S Jawa Timur diharapkan semakin memperkuat komitmen bersama dalam mengembangkan kelembagaan P4S, memperluas jejaring kemitraan, serta mendorong lahirnya petani yang kompeten dan berdaya saing. Semangat kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan pertanian Situbondo yang semakin maju dan petani yang semakin sejahtera. Astutiningsih/ Humas BBPP Ketindan

DIterbitkan di https://megapolitannews.com/2026/11/05/p4s-jatim-perkuat-peran-penyuluh-swadaya-dorong-petani-lebih-mandiri-dan-berdaya-saing/

Similar Post