Telp/Fax 0341-927123 / 429725

|

Panen LTT Surabaya Tembus 10,84 Ton per Hektare, Produktivitas Padi Menguat di Tengah Tantangan Banjir

Najia
Sep 04, 2026

Optimalisasi lahan melalui program Luas Tambah Tanam (LTT) menunjukkan hasil positif di Kota Surabaya. Padi varietas Ciherang yang dibudidayakan Kelompoktani Bahari Karya, Kelurahan Medokan Semampir, Kecamatan Sukolilo, mampu mencapai estimasi produktivitas 10,84 ton gabah per hektare, meskipun lahan sempat terdampak banjir pada awal masa tanam.

Capaian tersebut diketahui dalam panen raya yang berlangsung di lahan Kelompoktani Bahari Karya, Kamis (3/9/2026). Berdasarkan hasil ubinan yang dilakukan penyuluh pertanian, lahan seluas 0,93 hektare tersebut menghasilkan ubinan 6,775 kilogram dengan kadar air 23,8 persen, sehingga diperoleh estimasi produktivitas sebesar 10,84 ton per hektare.

Hasil tersebut menjadi capaian penting dalam pelaksanaan LTT di wilayah perkotaan. Selain menunjukkan potensi produktivitas lahan, keberhasilan panen juga memperlihatkan bahwa tantangan budidaya, termasuk banjir pada awal masa tanam, dapat dihadapi melalui pengelolaan pertanaman yang tepat dan pendampingan berkelanjutan.

Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan, Nurul Qomariyah, mengatakan peningkatan produktivitas harus berjalan beriringan dengan peningkatan kompetensi sumber daya manusia pertanian. Menurutnya, petani saat ini dituntut tidak hanya mampu meningkatkan produksi, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi dan perubahan lingkungan usaha pertanian.

“Balai Besar Pelatihan Pertanian Ketindan memiliki komitmen untuk terus mendukung peningkatan kompetensi dan kapasitas sumber daya manusia pertanian. Petani tidak hanya dituntut mampu meningkatkan produksi, tetapi juga harus semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi, perubahan iklim, tuntutan pasar, serta mampu mengembangkan pertanian sebagai sebuah usaha yang berorientasi pada peningkatan nilai tambah dan kesejahteraan,” ujar Nurul.

Ia menambahkan, capaian produktivitas tersebut menjadi gambaran bahwa optimalisasi LTT perlu dibarengi dengan penerapan teknologi, pengelolaan budidaya yang tepat, serta penguatan kapasitas petani dan penyuluh.

Hal tersebut sejalan dengan arah pembangunan pertanian nasional yang menempatkan peningkatan produktivitas sebagai salah satu kunci dalam memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan petani.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sebelumnya menegaskan pentingnya penerapan Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS) dalam mendorong peningkatan produktivitas sekaligus pendapatan petani.

Mentan Amran menyebut penerapan PM-AAS yang telah diuji di sejumlah daerah mampu meningkatkan produktivitas padi secara signifikan. Produksi yang sebelumnya berada pada kisaran 5–5,5 ton per hektare dapat meningkat menjadi 11, 12, bahkan 13 ton per hektare.

“Hasilnya sangat menggembirakan, naik dua kali lipat. Yang dulu rata-rata 5 ton, 5,5 ton, sekarang menjadi 11 ton, 12 ton, bahkan ada 13 ton per hektare,” kata Amran.

Dalam konteks tersebut, capaian 10,84 ton per hektare di lahan LTT Kelompoktani Bahari Karya menjadi salah satu gambaran potensi peningkatan produktivitas yang dapat terus dikembangkan melalui optimalisasi lahan dan penerapan teknologi pertanian.

Panen raya tersebut turut dihadiri Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jawa Timur, Kepala BBPP Ketindan Nurul Qomariyah, Kepala Komando Daerah Maritim/Angkatan Laut V (Kodaeral V) Surabaya, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surabaya, Ketua Kelompok Substansi Pengelolaan Penyuluhan Pertanian Provinsi Jawa Timur, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya, Katimker Pengelolaan Administrasi dan Kinerja Penyuluh Pertanian Kota Surabaya, Danramil Sukolilo, Camat Sukolilo, koordinator penyuluh dan penyuluh pertanian, Lurah Medokan Semampir, serta pengurus dan anggota Kelompoktani Bahari Karya.

Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa peningkatan produktivitas pertanian membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Lahan yang dipanen merupakan lahan kerja sama antara Kelompoktani Bahari Karya dan Kodaeral V Surabaya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya, Nanik Sukristina, mendorong agar peningkatan produktivitas tidak hanya dilakukan pada komoditas tanaman pangan, tetapi juga dikembangkan pada komoditas hortikultura.

Dukungan terhadap program pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan juga disampaikan Kepala Kodaeral V Surabaya Ali Triswanto. Ia menegaskan komitmen untuk memperkuat kerja sama dengan petani dalam mendukung program pembangunan pertanian.

Sementara itu, Camat Sukolilo Muhammad Aries Hilmi menilai peningkatan produksi perlu dilanjutkan dengan penguatan hilirisasi. Menurutnya, kelompok tani tidak cukup hanya menghasilkan gabah, tetapi perlu diarahkan untuk mengembangkan produk beras siap jual sehingga mampu memberikan nilai tambah bagi petani.

“Peningkatan produksi harus diikuti dengan upaya meningkatkan nilai tambah. Karena itu, kelompok tani perlu didorong tidak hanya menghasilkan gabah, tetapi juga mampu mengembangkan produk beras siap jual,” ujarnya.

Penguatan produktivitas pertanian juga tidak terlepas dari peran penyuluh dalam mendampingi petani di lapangan.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menekankan bahwa penyuluhan dan kompetensi sumber daya manusia merupakan bagian penting dalam mendukung percepatan swasembada pangan.

Menurut Idha, penyuluh memiliki peran strategis dalam mendampingi petani sekaligus mengawal pelaksanaan berbagai program pembangunan pertanian. Karena itu, peningkatan kapasitas penyuluh harus terus dilakukan agar mampu merespons kebutuhan petani dan perkembangan teknologi pertanian.

“Integritas adalah fondasi utama dalam mendampingi petani dan mengawal program pembangunan pertanian,” tegas Idha.

Bagi Kelompoktani Bahari Karya, capaian 10,84 ton per hektare menjadi momentum untuk terus meningkatkan produktivitas. Terlebih, keberhasilan tersebut dicapai setelah tanaman menghadapi tantangan banjir pada awal masa tanam yang sempat menimbulkan kekhawatiran terhadap keberlanjutan pertanaman.

Panen raya di Kelompoktani Bahari Karya menjadi gambaran nyata pentingnya kolaborasi antara petani, penyuluh, pemerintah daerah, TNI AL, serta jajaran Kementerian Pertanian dalam mengawal pembangunan pertanian.

Ke depan, capaian tersebut diharapkan menjadi pemacu bagi petani untuk terus mengadopsi teknologi pertanian modern, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, memperkuat keterlibatan generasi muda, dan mengembangkan hilirisasi produk pertanian.

Similar Post