Telp/Fax 0341-927123 / 429725

|

Penyuluh Jadi Garda Terdepan, Kementan Tingkatkan Kompetensi Dukung Ketahanan Pangan

Nadif
Jun 04, 2026

Malang – Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan terus memperkuat kapasitas sumber daya manusia pertanian melalui Pelatihan Teknis bagi Penyuluh Pertanian Mendukung Swasembada Pangan Berkelanjutan Angkatan XII dan XIII.

Kegiatan dibuka Kamis (4/6/2026) dan diikuti oleh penyuluh pertanian dari Kabupaten Pamekasan dan Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa penyuluh pertanian memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pembangunan pertanian dan garda terdepan dalam mewujudkan swasembada pangan nasional. Menurutnya, keberhasilan berbagai program prioritas Kementerian Pertanian sangat bergantung pada pendampingan penyuluh dalam meningkatkan produktivitas, mengawal optimalisasi lahan, serta mempercepat adopsi inovasi dan teknologi di tingkat petani.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian, Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya penguatan kompetensi dan komitmen penyuluh dalam mendukung program swasembada pangan. Penyuluh dinilai memiliki peran vital dalam memastikan setiap program pembangunan pertanian berjalan efektif melalui pendampingan intensif kepada petani serta penguatan kelembagaan pertanian di lapangan.

Pelatihan dilaksanakan selama tiga hari, mulai 4 hingga 6 Juni 2026, menggunakan metode blended learning yang mengombinasikan pembelajaran daring dan luring. Kegiatan luring Angkatan XII berlangsung di BPP Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, sedangkan Angkatan XIII dilaksanakan di BPP Kecamatan Kapongan, Kabupaten Situbondo. Sebanyak 34 peserta mengikuti pelatihan ini, terdiri atas 24 penyuluh dari Kabupaten Pamekasan dan 10 penyuluh dari Kabupaten Situbondo.

Mewakili Kepala BBPP Ketindan, Ketua Kelompok Substansi Penyelenggara Pelatihan menyampaikan bahwa sektor pertanian saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perubahan iklim, dinamika ekonomi global, gangguan rantai pasok pangan, hingga meningkatnya kebutuhan pangan akibat pertumbuhan penduduk. Kondisi tersebut menuntut hadirnya penyuluh yang adaptif, profesional, dan mampu menjadi penggerak transformasi pertanian di tingkat lapangan.

Selain sebagai penyampai informasi dan teknologi, penyuluh pertanian juga berperan sebagai fasilitator, motivator, mediator, konsultan, dan pendamping petani dalam pengambilan keputusan usaha tani. Karena itu, peningkatan kapasitas penyuluh menjadi langkah penting untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong pembangunan pertanian yang berkelanjutan.

Pelatihan ini difokuskan untuk meningkatkan kompetensi penyuluh pendamping Brigade Pangan serta penyuluh yang bertugas mendampingi petani pada lokasi optimasi lahan (oplah) tahun 2025 dan calon lokasi oplah tahun 2026. Peserta dibekali berbagai materi strategis, antara lain percepatan diseminasi inovasi teknologi pertanian, penguatan kelembagaan petani, pemanfaatan teknologi informasi dan digitalisasi penyuluhan, pendampingan usaha tani berbasis agribisnis, hingga penerapan prinsip pertanian berkelanjutan yang memperhatikan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi pangan, pelatihan ini juga menekankan pentingnya regenerasi petani. Penyuluh diharapkan mampu menjadi mentor sekaligus inspirator bagi generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian melalui pengembangan kewirausahaan, penerapan smart farming, dan pemanfaatan teknologi digital. Kehadiran petani muda yang inovatif dan profesional diyakini akan menjadi kekuatan baru dalam meningkatkan daya saing pertanian Indonesia.

Melalui pelatihan ini, BBPP Ketindan berharap para penyuluh semakin profesional, kompeten, dan adaptif dalam menjalankan tugas pendampingan. Dengan kapasitas yang terus meningkat, penyuluh diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang mempercepat adopsi inovasi teknologi, meningkatkan produktivitas pertanian, serta mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional yang berkelanjutan menuju pertanian Indonesia yang maju, mandiri, dan modern. HUMAS BBPP Ketindan

Diterbitkan di https://bbppketindan.bppsdmp.pertanian.go.id/admin/rainlab/blog/posts/create

Similar Post