Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan menerima kunjungan edukasi pertanian dari Siswa SMP Widiatmika, Kabupaten Jimbaran, Bali, sebagai upaya menambah wawasan sekaligus mengenalkan pertanian modern sejak usia dini. Kegiatan ini diikuti oleh 130 siswa yang didampingi 10 orang pembimbing.
Kepala Sekolah SMP Widiatmika, Wayan Gus Arnawa, menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari pembelajaran luar kelas yang bertujuan memperluas pengetahuan siswa tentang dunia pertanian yang kini semakin maju dan berbasis teknologi.
“BBPP Ketindan selalu menjadi pilihan pertama bagi SMP Widiatmika. Dari sisi materi, kelengkapan fasilitas, hingga kualitas narasumbernya sangat sesuai dengan kapasitas pembelajaran yang kami harapkan untuk siswa,” ungkap Wayan Gus Arnawa.
Ia menambahkan, pengalaman belajar langsung di lapangan diharapkan dapat menumbuhkan minat, kepedulian, serta pemahaman siswa terhadap sektor pertanian sebagai bidang yang strategis dan menjanjikan di masa depan.
Kegiatan kunjungan edukasi ini disambut oleh unsur pimpinan, pejabat fungsional, serta staf penyelenggaraan pelatihan BBPP Ketindan. Dalam sambutan pembukaan, Kepala BBPP Ketindan, Nurul Qomariyah, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pembelajaran kontekstual yang memberi pengalaman nyata kepada peserta.
Ia menjelaskan bahwa melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya menerima teori, tetapi juga diajak untuk melihat, mengamati, dan mempraktikkan langsung aktivitas pertanian di lapangan.
“Dengan demikian, wawasan, keterampilan, dan kepedulian terhadap sektor pertanian diharapkan dapat tumbuh sejak dini,”jelas Nurul.
Pada kesempatan tersebut, para siswa mendapatkan sejumlah materi edukatif, meliputi pembuatan dan pemanfaatan pupuk organik, pembuatan pestisida nabati yang ramah lingkungan, penerapan teknologi smart greenhouse, serta pengolahan hasil pertanian, berupa pembuatan es krim buah naga.
Nurul juga menambahkan materi-materi tersebut diperkenalkan sebagai bagian dari praktik pertanian berkelanjutan, ramah lingkungan, dan berbasis teknologi.
“Melalui kegiatan ini, siswa diajak memahami bahwa pertanian bukan lagi sektor tradisional, melainkan bidang yang modern, inovatif, dan memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan nasional,” imbuh Nurul.
Sejalan dengan arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, pembangunan pertanian nasional harus ditopang oleh sumber daya manusia yang unggul, adaptif terhadap teknologi, dan memiliki kecintaan terhadap sektor pertanian sejak dini. Edukasi dan pengenalan pertanian kepada generasi muda menjadi investasi penting dalam menyiapkan pelaku-pelaku pertanian masa depan.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Idha Widi Arsanti, dalam berbagai kesempatan menegaskan pentingnya pembelajaran aplikatif dan berbasis praktik lapangan untuk membentuk karakter, keterampilan, dan pola pikir generasi muda agar mampu melihat pertanian sebagai sektor yang prospektif dan berdaya saing.
Melalui kunjungan edukasi ini, BBPP Ketindan berharap para siswa memperoleh referensi yang objektif dan aplikatif tentang dunia pertanian, sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa pertanian modern dapat dikembangkan sesuai dengan kondisi lahan, kemampuan, dan perkembangan teknologi. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen BBPP Ketindan dalam mendukung penguatan SDM pertanian yang berkelanjutan dan berorientasi masa depan.


