SITUBONDO – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Disperta) Kabupaten Situbondo, Provinsi Jawa Timur, terus memperkuat kapasitas sumber daya manusia pertanian melalui kegiatan Sosialisasi Peran Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) dalam Pembangunan Pertanian Kabupaten Situbondo. Kegiatan yang berlangsung di Aula Manalagi Disperta Situbondo, Senin (27/7/2026), diikuti oleh 60 Penyuluh Pertanian Swadaya dari berbagai kecamatan sebagai upaya meningkatkan kompetensi dan memperkuat sinergi dalam mendampingi petani.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan pertanian tidak hanya ditentukan oleh teknologi dan sarana produksi, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang mendampingi petani di lapangan.
“Penguatan SDM pertanian menjadi kunci dalam mempercepat adopsi inovasi dan meningkatkan produktivitas. Pendampingan yang berkualitas akan mempercepat terwujudnya pertanian yang maju, mandiri, dan modern,” ujar Mentan Amran.
Sejalan dengan arahan tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pelaku penyuluhan dalam mempercepat penyebarluasan inovasi kepada petani.
“Penyuluh, baik pemerintah maupun swadaya, memiliki peran strategis sebagai agen perubahan di tingkat lapangan. Sinergi yang kuat akan mempercepat penerapan teknologi dan meningkatkan daya saing sektor pertanian,” tegas Idha Widi Arsanti.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, peserta memperoleh penguatan mengenai kedudukan, peran, tugas, dan fungsi Penyuluh Pertanian Swadaya sebagai mitra pemerintah dalam mendampingi petani. Materi disampaikan oleh widyaiswara dengan penekanan pada pentingnya membangun kolaborasi antara Penyuluh Pertanian Swadaya, penyuluh pertanian pemerintah, serta kelembagaan petani agar pelaksanaan penyuluhan semakin efektif.
Selain memahami tugas dan tanggung jawabnya, para peserta juga didorong untuk meningkatkan kemampuan komunikasi, pendampingan, dan pemberdayaan petani sehingga mampu menjadi penghubung antara inovasi teknologi pertanian dengan kebutuhan petani di lapangan.
Kegiatan berlangsung secara interaktif menggunakan pendekatan pembelajaran orang dewasa (andragogi), yang dipadukan dengan metode ceramah, diskusi, tanya jawab, dan curah pendapat. Melalui proses tersebut, para peserta berbagi pengalaman sekaligus mendiskusikan berbagai tantangan dan peluang pembangunan pertanian di Kabupaten Situbondo.
Sosialisasi ini diharapkan semakin memperkuat kompetensi Penyuluh Pertanian Swadaya sehingga mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan pertanian yang berkelanjutan. Dengan kolaborasi yang semakin solid antara penyuluh swadaya, penyuluh pemerintah, dan kelembagaan petani, produktivitas usaha tani serta kesejahteraan petani di Kabupaten Situbondo diharapkan terus meningkat. Isdianto/ Humas BBPP Ketindan


