Telp/Fax 0341-927123 / 429725

|

Petani Kota Madiun Adopsi PM-AAS, Kementan Dorong Peningkatan Produktivitas Padi

Nadif
Oct 16, 2026

Madiun, – Peningkatan produktivitas padi tidak hanya bergantung pada luas lahan, tetapi juga pada ketepatan teknologi dan cara budidaya yang diterapkan petani. Untuk mendorong pertanian yang lebih produktif dan efisien, Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan memberikan bimbingan teknis dan pelatihan Pertanian Modern – Advanced Agricultural System (PM-AAS) bagi petani padi di Kota Madiun, Rabu (14/10/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperluas pemahaman petani mengenai teknologi budidaya padi modern. Melalui pelatihan dan pendampingan, petani dibekali pengetahuan tentang pengelolaan tanaman secara lebih terukur, mulai dari persiapan lahan, pengaturan pola tanam, penggunaan alat tanam, hingga pengelolaan air dan pemupukan.

PM-AAS merupakan model budidaya padi yang dikembangkan untuk meningkatkan produktivitas melalui optimalisasi populasi tanaman, pengaturan jarak tanam, serta penerapan teknologi yang mendukung efisiensi penggunaan sarana produksi. Penerapan model ini menjadi salah satu upaya Kementerian Pertanian untuk meningkatkan hasil panen melalui optimalisasi lahan yang tersedia. Meski demikian, hasil yang dicapai tetap bergantung pada kondisi lahan, varietas, dan ketepatan penerapan teknologi.

Widyaiswara BBPP Ketindan, Saptini Mukti Rahajeng, selaku fasilitator, menjelaskan bahwa penerapan PM-AAS membutuhkan perubahan pola pikir petani dalam mengelola usaha tani. Menurutnya, teknologi akan memberikan manfaat optimal apabila diterapkan dengan pemahaman yang tepat pada setiap tahapan budidaya.

“Melalui PM-AAS, petani didorong untuk tidak hanya mengandalkan kebiasaan yang telah dilakukan selama bertahun-tahun, tetapi juga memahami pentingnya penerapan teknologi dalam setiap tahapan budidaya. Mulai dari pengolahan dan perataan lahan, pengaturan jarak tanam, penggunaan alat tanam seperti drum seeder, hingga pengelolaan air dan pemupukan harus dilakukan secara tepat sesuai kondisi di lapangan,” jelas Saptini.

Ia menambahkan, modernisasi pertanian bukan semata-mata tentang penggunaan alat dan mesin pertanian, tetapi juga kemampuan petani mengambil keputusan berdasarkan kebutuhan tanaman, kondisi lahan, dan efisiensi biaya produksi. Karena itu, pemahaman teknis dan pendampingan menjadi bagian penting agar inovasi yang diperkenalkan dapat diterapkan secara tepat dalam kegiatan usaha tani.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman terus mendorong penerapan PM-AAS sebagai salah satu langkah untuk meningkatkan produktivitas padi dan memperkuat swasembada pangan berkelanjutan. Dalam rapat koordinasi perluasan penerapan PM-AAS pada Juni 2026, Amran menyampaikan optimisme terhadap potensi peningkatan hasil melalui model budidaya tersebut. Hasil pengujian yang disampaikan Kementerian Pertanian menunjukkan potensi produktivitas mencapai 12,4 ton per hektare, dengan target minimal 10 ton per hektare. Capaian tersebut merupakan hasil pengujian dan bukan jaminan produktivitas di setiap wilayah.

Arah kebijakan tersebut menempatkan modernisasi dan efisiensi budidaya sebagai bagian penting dalam meningkatkan produksi pangan nasional. Penerapan teknologi perlu didukung kesiapan sarana produksi, pengelolaan air, serta kemampuan petani menjalankan teknik budidaya sesuai kondisi setempat.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya penguatan kompetensi sumber daya manusia pertanian untuk mendukung modernisasi sektor pertanian. Peningkatan kapasitas melalui pelatihan dan pendampingan menjadi bagian penting dalam mempersiapkan petani agar mampu memanfaatkan teknologi secara tepat guna meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha tani.

Melalui bimbingan teknis ini, petani diharapkan tidak hanya memahami prinsip budidaya padi modern, tetapi juga mampu menerapkannya sesuai kondisi lahan dan kebutuhan usaha tani masing-masing. Dukungan penyuluh dan pendamping diperlukan untuk membantu petani mengatasi kendala teknis serta memastikan teknologi yang diperkenalkan dapat diterapkan secara optimal di lapangan.

Bagi Kota Madiun, optimalisasi lahan pertanian menjadi hal penting dalam menjaga produktivitas di tengah keterbatasan ruang untuk pengembangan areal tanam. Peningkatan hasil melalui intensifikasi, penerapan teknologi yang tepat, dan pengelolaan usaha tani yang efisien dapat menjadi salah satu pendekatan untuk mengoptimalkan potensi lahan yang tersedia.

Melalui kegiatan ini, BBPP Ketindan berharap pengetahuan yang diperoleh petani dapat diterapkan secara bertahap dan berkelanjutan. Keberhasilan modernisasi budidaya tidak hanya diukur dari pengenalan teknologi, tetapi juga dari kemampuan petani menerapkannya, mengevaluasi hasilnya, dan menyesuaikan praktik budidaya berdasarkan kondisi di lapangan.

Sinergi antara pemerintah, tenaga pelatihan, penyuluh, dan petani menjadi fondasi penting dalam mempercepat transformasi pertanian. Dengan penguatan kompetensi SDM dan penerapan PM-AAS secara tepat, produktivitas padi diharapkan meningkat, efisiensi usaha tani semakin baik, dan kontribusi daerah terhadap ketahanan pangan nasional semakin kuat. Ajeng*

Diterbitkan https://megapolitannews.com/2026/10/16/petani-kota-madiun-adopsi-pm-aas-kementan-dorong-peningkatan-produktivitas-padi/

Similar Post