Telp/Fax 0341-927123 / 429725

|

Poktan Kabupaten Tuban, Pelajari Pertanian Modern di UPT Pelatihan Kementan

Najia
Feb 07, 2026

Kelompok Tani (Poktan) Desa Klotok, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban, melakukan kunjungan pembelajaran ke Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan, Rabu (4/2/26). Kunjungan ini bertujuan untuk menambah wawasan dan pengetahuan petani dalam pengembangan usaha pertanian, khususnya budidaya komoditas hortikultura unggulan.

Dalam sambutannya, Kepala BBPP Ketindan, yang diwakili oleh Kepala Bagian Umum BBPP Ketindan, Ema Ernawati, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Kelompok Tani Desa Klotok serta kepercayaan yang diberikan kepada BBPP Ketindan sebagai sarana pembelajaran dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia pertanian.

“BBPP Ketindan merupakan Unit Pelaksana Teknis Pelatihan di bawah Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian Kementerian Pertanian yang memiliki tugas melaksanakan pelatihan fungsional, teknis, dan profesi di bidang pertanian bagi aparatur dan nonaparatur pertanian,” jelas Ema Ernawati.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan kunjungan ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi petani dalam mengembangkan usaha tani, khususnya pada komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi seperti melon.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap para petani memperoleh referensi yang objektif dan aplikatif dalam menentukan pola budidaya melon yang sesuai dengan kondisi lahan, modal, dan kemampuan masing-masing,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, disampaikan pula kebijakan strategis Kementerian Pertanian yang mencakup lima program utama, yaitu swasembada pangan nasional, pengembangan komoditas ekspor, peningkatan produksi susu untuk pangan bergizi, pekarangan pangan bergizi, serta mandiri energi B-50. Program-program tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung Asta Cita Presiden Republik Indonesia.

Sejalan dengan arah kebijakan tersebut, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa transformasi pertanian berbasis teknologi menjadi salah satu prioritas utama dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

“Teknologi ini kita kembangkan ke depan agar milenial tertarik untuk menjadi petani,” kata Mentan Amran.

Selaras dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyampaikan bahwa penerapan teknologi cerdas dalam sektor pertanian diharapkan mampu meningkatkan kinerja usaha tani.

“Dengan penerapan teknologi cerdas dalam pertanian, diharapkan para petani dapat mengoptimalkan hasil panen, mengurangi kerugian akibat faktor cuaca, serta memanfaatkan sumber daya alam secara lebih efisien. Sudah saatnya petani Indonesia maju di bidang pertanian melalui adopsi teknologi smart farming,” ungkap Santi.

Melalui kegiatan kunjungan ini, BBPP Ketindan berharap Kelompok Tani Desa Klotok dapat memperoleh referensi yang objektif dan aplikatif untuk menentukan pola budidaya melon yang sesuai dengan kondisi lahan, modal, dan kemampuan masing-masing, serta mendorong pengembangan usaha tani yang produktif dan berkelanjutan.

Similar Post