Bangkalan – Kementerian Pertanian terus memperkuat upaya regenerasi petani melalui Program Brigade Pangan yang melibatkan generasi muda sebagai penggerak pertanian modern. Salah satu langkah nyata dilakukan melalui Pelatihan Teknis Brigade Pangan yang diselenggarakan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Burneh, Kabupaten Bangkalan, pada 29–30 Juni 2026.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa Brigade Pangan memiliki peran strategis dalam meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Brigade Pangan akan menjadi garda terdepan dalam mengelola dan mengoptimalkan lahan pertanian secara modern, profesional, dan terampil dengan menjalankan usaha yang berorientasi bisnis serta menghasilkan pendapatan dan keuntungan,” ujar Mentan Amran.
Sejalan dengan arahan tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan bahwa keberhasilan Brigade Pangan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan budidaya, tetapi juga penguatan tata kelola usaha.
Menurutnya, peningkatan kapasitas dalam manajemen keuangan, pengelolaan kelembagaan, dan kompetensi teknis budidaya menjadi fondasi penting agar Brigade Pangan mampu berkembang sebagai unit usaha pertanian yang profesional sekaligus meningkatkan produktivitas lahan secara berkelanjutan.
Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian Ketindan, Nurul Qomariyah, mengatakan bahwa Brigade Pangan diharapkan menjadi garda terdepan dalam penerapan pertanian modern di daerah. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi melalui pelatihan menjadi bagian penting dalam membangun sumber daya manusia pertanian yang profesional dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Pelatihan di Kabupaten Bangkalan diikuti oleh dua Brigade Pangan, yaitu BP Maju Bersama dan BP Rukun Bersama. Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi kewirausahaan, manajemen keuangan usaha tani, serta manajemen budidaya padi.
Proses pembelajaran diawali dengan diskusi dan brainstorming, dilanjutkan penyampaian materi, kemudian praktik identifikasi risiko, analisis risiko, dan penyusunan strategi mitigasi risiko usaha. Peserta juga mempraktikkan penyusunan rencana pengembangan usaha menggunakan metode Business Model Canvas (BMC).
Selain itu, peserta melakukan analisis kelayakan usaha komoditas padi sebagai dasar dalam menyusun perencanaan bisnis. Melalui kegiatan tersebut, peserta dapat menghitung prospek keuntungan usaha sekaligus mengevaluasi pelaksanaan usaha tani yang telah dilakukan pada musim tanam sebelumnya.
Pada sesi budidaya padi, peserta memperoleh materi mengenai pemupukan berimbang serta pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT). Materi tersebut disusun untuk menjawab berbagai tantangan yang dihadapi Brigade Pangan dalam meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha tani di lapangan.
Pelatihan ini diharapkan semakin memperkuat kapasitas kelembagaan Brigade Pangan di Kabupaten Bangkalan sekaligus meningkatkan kompetensi anggotanya dalam mengelola usaha pertanian secara profesional. Melalui penguatan sumber daya manusia, Brigade Pangan diharapkan mampu menjadi contoh keberhasilan regenerasi petani serta mendorong semakin banyak generasi muda untuk berkiprah di sektor pertanian. Herdinastiti*
Diterbitkan di https://megapolitannews.com/2026/07/02/upt-kementan-tingkatkan-kompetensi-brigade-pangan-bangkalan-untuk-perkuat-regenerasi-petani/


