Telp/Fax 0341-927123 / 429725

|

Regenerasi Petani, UPT Pelatihan Kementan Edukasi Siswa Sekolah Menengah Pertama

Najia
Feb 15, 2026

Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan menerima kunjungan kegiatan belajar di luar kelas dari SMP Negeri 2 Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo, Rabu (11/02/2026). Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua Kelompok Substansi Program dan Evaluasi, Astutiningsih yang mewakili Kepala BBPP Ketindan.

Dalam sambutannya, Astutiningsih menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada BBPP Ketindan sebagai lokasi pembelajaran.

“Kami mengucapkan selamat datang kepada seluruh siswa dan guru pendamping SMP Negeri 2 Wonoayu. Terima kasih atas kepercayaannya kepada BBPP Ketindan sebagai tempat menambah wawasan dan pengalaman belajar di bidang pertanian,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa BBPP Ketindan merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelatihan di bawah Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Kementerian Pertanian, yang memiliki tugas melaksanakan pelatihan fungsional, teknis, dan profesi di bidang pertanian bagi aparatur maupun non-aparatur pertanian sesuai Peraturan Menteri Pertanian Nomor 11 Tahun 2025.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya pembelajaran berbasis pengalaman langsung (learning by doing) bagi siswa.

“Kami berharap adik-adik dapat mengikuti kegiatan ini dengan penuh semangat, aktif bertanya, dan memanfaatkan kesempatan untuk belajar tentang pestisida nabati, pupuk organik, Smart Green House, hingga pengolahan hasil seperti es krim buah naga,” tambahnya.

Sejalan dengan arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, pembangunan pertanian nasional harus ditopang oleh sumber daya manusia yang unggul, adaptif terhadap teknologi, dan memiliki kecintaan terhadap sektor pertanian sejak dini. Edukasi dan pengenalan pertanian kepada generasi muda menjadi investasi penting dalam menyiapkan pelaku-pelaku pertanian masa depan.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Idha Widi Arsanti, dalam berbagai kesempatan menegaskan pentingnya pembelajaran aplikatif dan berbasis praktik lapangan untuk membentuk karakter, keterampilan, dan pola pikir generasi muda agar mampu melihat pertanian sebagai sektor yang prospektif dan berdaya saing.

Kegiatan belajar di luar kelas ini menjadi salah satu upaya sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran melalui pengalaman langsung di lapangan. Para siswa mendapatkan kesempatan untuk mengenal lebih dekat berbagai inovasi dan praktik pertanian, seperti pembuatan pestisida nabati, pupuk organik, Smart Green House (SGH), serta pengolahan hasil berupa es krim buah naga.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa tidak hanya memperoleh tambahan wawasan di bidang pertanian, tetapi juga menumbuhkan keterampilan berpikir kritis, kerja sama, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Similar Post