Telp/Fax 0341-927123 / 429725

|

Resmi Dilantik, ASN UPT Kementan Siap Jadi Motor Penggerak Pembangunan Pertanian

Nadif
May 05, 2026

MALANG – Selasa (05/05/2026), tiga aparatur Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan resmi diambil sumpah dan sekaligus dilantik menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) sekaligus Pejabat Fungsional di lingkungan BBPP Ketindan, Kementerian Pertanian (Kementan).

Kegiatan pelantikan yang dilakukan hybrid ini merupakan implementasi dari Undang-Undang ASN terbaru dan Peraturan BKN terkini, dimana CPNS formasi Jabatan Fungsional dilantik secara bersamaan dengan pelantikan PNS-nya. Tiga aparatur BBPP Ketindan yang dilantik yaitu Nurcahya Destiawan dan Nur Diana Septi sebagai Pejabat Fungsional Widyaiswara Ahli Pertama. Sedangkan Aulia Anggitasari sebagai Pejabat Fungsional Perencana Ahli Pertama.

Dalam berbagai kesempatan, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, sering menegaskan bahwa kualitas SDM adalah penentu utama keberhasilan sektor pangan.

“SDM pertanian adalah kunci dalam mempercepat pembangunan di Indonesia. Kita butuh ASN yang bekerja keras, jujur, dan memiliki loyalitas tinggi untuk mencapai swasembada pangan,” tegas Mentan Amran.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyampaikan bahwa SDM merupakan ujung tombak lapangan.

“SDM adalah faktor utama peningkatan produktivitas. Para ASN baru harus terus memperkuat kompetensi teknis dan literasi digital agar mampu berinovasi dan adaptif di era global,” ujar Santi. PNS Kementerian Pertanian memiliki peran vital untuk melanjutkan estafet pembangunan pertanian menuju kedaulatan pangan nasional. Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono memberikan penegasan dan motivasi kepada PNS yang baru dilantik untuk terus bertumbuh mulai hari ini, saatnya mencurahkan kemampuan dengan sebaik-baiknya.

“Kita harus bangga menjadi bagian dari ASN Kementan. Kita berbangga swasembada pangan telah tercapai di tahun 2025. Siapa lagi kalau bukan kita, dan kalau bukan sekarang kapan lagi, “kata Wamentan Sudaryono.

Wamentan juga menambahkan, untuk membentuk “Insan Pertanian” yang tangguh, sangat dibutuhkan pengembangan kompetensi dan kesadaran diri untuk terus belajar (continuous learning). Peningkatan kemampuan secara mandiri merupakan keharusan guna memenuhi tuntutan kerja yang semakin profesional serta tetap adaptif terhadap perubahan teknologi maupun dinamika iklim global.

“Dengan kerja keras maka akan mendapatkan reward yg baik, jika tidak ada kerja keras maka tidak ada reward yg didapat”, pungkas Sudaryono pada akhir sambutan dan arahannya.

Dengan dilantiknya ketiga ASN tersebut, BBPP Ketindan optimis dapat memberikan kontribusi yang lebih nyata dan inovatif bagi kemajuan pertanian Indonesia. Aulia Wardhani*

Diterbitkan di megapolitannews.com

Similar Post