Telp/Fax 0341-927123 / 429725

|

Smart Farming Jadi Kunci Pertanian Modern, Kementan Perkuat Kompetensi SDM KPS PVT II Mojosari

Nadif
Jul 31, 2026

Malang – Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan menyelenggarakan Bimbingan Teknis Budidaya Melon Smart Farming bagi 14 peserta dari Kebun Pemeriksaan Substantif (KPS) PVT II Mojosari pada 30 – 31 Juli 2026. Kegiatan yang secara resmi dibuka oleh Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan ini merupakan bentuk sinergi dengan Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PVTPP) dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia melalui penerapan teknologi smart farming pada budidaya melon.

Peserta bimbingan teknis terdiri atas tenaga teknis yang sehari-hari bertugas di kebun KPS PVT II Mojosari serta pengelola KPS dari unsur Pegawai Negeri Sipil (PNS). Peserta dibekali materi mulai dari analisis usaha dan pemasaran, persiapan tanam, manajemen nutrisi, pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT), pemeliharaan tanaman dan polinasi, hingga panen dan pascapanen. Kegiatan juga dilengkapi dengan sesi diskusi, praktikum lapangan, evaluasi pembelajaran, serta kunjungan ke Smart Green House (SGH) BBPP Ketindan sebagai media pembelajaran penerapan teknologi pertanian modern.

Dalam sambutannya, Kepala BBPP Ketindan, Nurul Qomariyah, Kamis (30/7/2026) menyampaikan bahwa transformasi pertanian saat ini mengarah pada pemanfaatan teknologi digital, otomatisasi, dan pengelolaan usaha tani berbasis data. Smart farming bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi penggunaan sumber daya, kualitas hasil panen, serta daya saing produk pertanian Indonesia. BBPP Ketindan sendiri telah mengembangkan pemanfaatan Smart Green House (SGH) sebagai sarana produksi, pembelajaran, dan pengkajian, khususnya untuk komoditas melon dan tomat.

Sejalan dengan hal tersebut, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pertanian saat ini tidak lagi sekadar mencangkul dan menanam, melainkan bagaimana memanfaatkan teknologi untuk melipatgandakan hasil, menekan biaya produksi, dan meningkatkan kesejahteraan petani.

“Smart Farming adalah kunci kita menghadapi tantangan perubahan iklim dan kebutuhan pangan yang terus meningkat. Saya berharap generasi muda menjadi pelopor yang membawa teknologi ini turun hingga ke desa-desa,” ujar Mentan Amran.

Senada dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menegaskan bahwa keberhasilan penerapan teknologi sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia yang mengoperasikannya.

“Teknologi canggih sekalipun tidak akan bermanfaat jika tidak dipegang oleh orang-orang yang kompeten dan berdedikasi. Pelatihan seperti ini merupakan bukti nyata upaya kita membentuk sumber daya manusia pertanian yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi dan tangguh dalam berwirausaha,” ujar Arsanti.

Melalui bimbingan teknis ini, peserta diharapkan memiliki kompetensi yang lebih baik dalam mengoperasikan dan mengoptimalkan teknologi smart farming pada budidaya melon. Peningkatan kapasitas SDM tersebut diharapkan mampu mendukung pelaksanaan pemeriksaan substantif varietas tanaman secara lebih efektif dan efisien, sekaligus memperkuat sinergi antara BBPP Ketindan dan KPS PVT II Mojosari dalam mendukung pembangunan pertanian modern yang maju, mandiri, dan berkelanjutan. Sindha Wardhani/Humas BBPP Ketindan*

Diterbitkan di https://megapolitannews.com/2026/07/31/smart-farming-jadi-kunci-pertanian-modern-kementan-perkuat-kompetensi-sdm-kps-pvt-ii-mojosari/

Similar Post