Kota Batu – Berawal dari tekad membangun pertanian yang tidak hanya menghasilkan produk, tetapi juga melahirkan sumber daya manusia (SDM) pertanian unggul, petani milenial asal Kota Batu, Jawa Timur, Rahmat Hardianto berhasil mengembangkan Kreasi Tani Bumiaji Sejahtera menjadi salah satu model pertanian modern berbasis inovasi.
Usaha yang dirintis sejak 2012 itu kini berkembang menjadi ekosistem yang mengintegrasikan agribisnis, agroindustri, agrowisata, dan pengembangan SDM pertanian. Berbagai komoditas hortikultura seperti jambu kristal, sayuran organik, serta produk olahan bernilai tambah menjadi bagian dari sistem usaha yang dibangun secara berkelanjutan.
Bagi Rahmat, pertanian tidak cukup berhenti pada aktivitas budidaya.
“Kami ingin membangun ekosistem pertanian yang utuh, mulai dari pembibitan, budidaya, perawatan, panen, pascapanen, pengolahan, pemasaran, hingga pelatihan. Harapannya semakin banyak generasi muda yang memiliki kompetensi sekaligus jiwa kewirausahaan di bidang pertanian,” ujar Rahmat saat ditemui, Sabtu (25/7/2026).
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penerapan konsep integrated farming yang menggabungkan usaha tanaman, peternakan, pengolahan hasil, dan pemasaran dalam satu sistem yang saling mendukung. Limbah pertanian dimanfaatkan kembali menjadi pupuk organik, sementara pengendalian organisme pengganggu tanaman menggunakan pestisida nabati sehingga tercipta sistem budidaya ramah lingkungan dengan prinsip zero waste.
Selain itu, Kreasi Tani Bumiaji Sejahtera juga mengembangkan smart farming berbasis Internet of Things (IoT). Teknologi sensor digunakan untuk memantau kelembapan tanah, kebutuhan air, dan unsur hara sehingga budidaya menjadi lebih efektif dan efisien. Sayuran organik dibudidayakan di dalam greenhouse dengan sistem irigasi tetes (drip irrigation) guna meningkatkan produktivitas sekaligus menghemat penggunaan air.
Keberhasilan membangun usaha pertanian modern tersebut tidak lepas dari visi Rahmat dalam menciptakan ruang belajar bagi petani dan generasi muda. Atas dasar itu, pada 2019 didirikan Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Bumiaji Sejahtera di Kota Batu, Jawa Timur.
P4S Bumiaji Sejahtera, merupakan binaan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan yang bergerak di bidang hortikultura tersebut kini berstatus Kelas Utama dan menjadi tempat belajar serta magang bagi siswa SMK, mahasiswa, penyuluh pertanian, petani, hingga masyarakat umum. Materi pelatihan meliputi pembibitan, budidaya hortikultura, pembuatan pupuk organik, pengendalian hayati, pengolahan hasil pertanian, pemasaran digital, hingga kewirausahaan agribisnis.
Melalui pembelajaran langsung di lapangan, peserta memperoleh pengalaman mengelola usaha pertanian dari hulu hingga hilir sekaligus memahami pentingnya inovasi untuk meningkatkan daya saing sektor pertanian.
Keberadaan P4S ini juga memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar. Sebagian besar tenaga kerja berasal dari masyarakat lokal, sementara kegiatan pelatihan dan magang turut menggerakkan perekonomian desa melalui berbagai aktivitas pendukung.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan pertanian tidak hanya ditentukan oleh peningkatan produksi, tetapi juga kualitas sumber daya manusianya.
“Kunci mewujudkan swasembada pangan adalah sumber daya manusia yang unggul. Ketika petani menguasai teknologi, mampu berinovasi, dan saling berbagi pengetahuan, maka produktivitas akan meningkat dan pertanian Indonesia akan semakin maju,” ujar Mentan Amran.
Senada, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan bahwa P4S merupakan mitra strategis Kementerian Pertanian dalam mempercepat penyebarluasan inovasi sekaligus mencetak petani yang mandiri, profesional, dan berdaya saing.
“P4S menjadi ruang belajar bersama bagi petani. Melalui kolaborasi dan jejaring yang kuat, inovasi dapat lebih cepat diterapkan di lapangan sehingga mampu mendukung peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani,” ujarnya.
Atas kiprah dan kontribusinya dalam pengembangan SDM pertanian, P4S Bumiaji Sejahtera diusulkan sebagai Top Champion P4S Tahun 2026. Predikat tersebut merupakan bentuk apresiasi kepada P4S yang dinilai mampu menjadi teladan dalam penyelenggaraan pelatihan pertanian, pengembangan inovasi, dan pemberdayaan petani sesuai prinsip “tempat belajar oleh petani, dari petani, dan untuk petani.”
Usulan tersebut menjadi pengakuan atas konsistensi P4S Bumiajii Sejahtera dalam membangun ekosistem pertanian yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga penguatan kapasitas petani, pengembangan kewirausahaan, dan regenerasi petani muda. Diharapkan, kiprah P4S Bumiaji Sejahtera dapat menginspirasi lahirnya lebih banyak pusat pembelajaran pertanian yang inovatif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu mencetak petani yang profesional, mandiri, dan berdaya saing. Humas BBPP Ketindan
Diterbitkan di https://megapolitannews.com/2026/07/26/bangun-pertanian-modern-terintegrasi-p4s-bumiaji-diusulkan-jadi-top-champion/


