Telp/Fax 0341-927123 / 429725

|

Dilatih Langsung Kementan, Brigade Pangan Jombang Siap Jadi Penggerak Pertanian Modern

Nadif
Jun 26, 2026

Jombang – Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) pertanian sebagai fondasi pembangunan pertanian modern. Melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan, Kementan menyelenggarakan Pelatihan Teknis Brigade Pangan Angkatan IV dan VII di Dinas Pertanian Kabupaten Jombang pada 23–27 Juni 2026.

Sebanyak 70 anggota Brigade Pangan mengikuti pelatihan yang bertujuan meningkatkan kompetensi teknis, memperkuat jiwa kewirausahaan, serta membangun kemampuan pengelolaan usaha tani yang profesional guna mendukung percepatan swasembada pangan berkelanjutan.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa Brigade Pangan merupakan garda terdepan transformasi pertanian Indonesia. Menurutnya, keberhasilan peningkatan produksi pangan sangat ditentukan oleh SDM yang mampu mengadopsi inovasi dan teknologi.

“Brigade Pangan harus menjadi motor penggerak pertanian modern. SDM yang unggul, adaptif terhadap teknologi, dan memiliki semangat berinovasi akan menjadi kekuatan utama dalam meningkatkan produksi pangan nasional,” tegas Amran.

Senada dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyebut pelatihan sebagai investasi jangka panjang untuk mencetak SDM pertanian yang siap menghadapi tantangan sektor pertanian yang terus berkembang.

“Brigade Pangan diharapkan tidak hanya mampu menerapkan teknologi di lahannya sendiri, tetapi juga menjadi penggerak dan inspirasi bagi petani lainnya untuk menerapkan budidaya yang lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Pelatihan dibuka oleh Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, Achmad Yusuf. Ia mengapresiasi sinergi BBPP Ketindan dalam meningkatkan kapasitas Brigade Pangan di daerah.

“Brigade Pangan diharapkan menjadi ujung tombak pembangunan pertanian di Kabupaten Jombang. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan hendaknya diterapkan serta disebarluaskan kepada petani lainnya agar mampu meningkatkan produktivitas pertanian,” katanya.

Selama lima hari pelatihan, peserta mendapatkan materi mengenai kebijakan pembangunan pertanian melalui Brigade Pangan, manajemen budidaya padi, pemupukan berimbang, pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT), kewirausahaan, hingga manajemen keuangan usaha tani.

Selain pembelajaran di kelas, peserta juga mengikuti praktik lapangan dengan membuat Mikroorganisme Lokal (MOL) berbahan bonggol pisang, pil pengendali tikus berbahan gadung, serta pestisida nabati Micessla. Inovasi berbasis bahan lokal tersebut diharapkan menjadi solusi pengendalian hama yang lebih ramah lingkungan sekaligus mampu menekan biaya produksi.

Narasumber BBPP Ketindan, Dewi Melani, menjelaskan bahwa seluruh materi dirancang agar mudah diterapkan sesuai kondisi di lapangan.

“Kami tidak hanya memberikan teori, tetapi juga mengajak peserta mempraktikkan teknologi sederhana yang dapat langsung diterapkan di lahan masing-masing. Harapannya, Brigade Pangan mampu menjadi pelopor penerapan inovasi pertanian di wilayahnya,” jelasnya.

Seluruh proses pembelajaran menggunakan pendekatan andragogi yang mendorong peserta aktif berdiskusi, berbagi pengalaman, memecahkan persoalan budidaya, serta mempraktikkan teknologi secara langsung. Tingginya partisipasi peserta selama sesi diskusi dan praktik menunjukkan antusiasme Brigade Pangan dalam meningkatkan kapasitasnya sebagai penggerak pertanian modern. Dewi Melani*

Diterbitkan di https://megapolitannews.com/2026/06/26/dilatih-langsung-kementan-brigade-pangan-jombang-siap-jadi-penggerak-pertanian-modern/

Similar Post