Malang – Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan menerima rombongan dari Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Provinsi Jawa Timur dan Balai Hidrologi dan Lingkungan Pengairan dalam kegiatan wisata petik melon di smart greenhouse usai pelaksanaan pelatihan pada 6/5/2026. Kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi lintas sektor antara pertanian dan sumber daya air dalam mendukung pengembangan pertanian modern.
Seluruh peserta diajak melihat langsung budidaya melon di greenhouse modern, sekaligus merasakan pengalaman memetik buah segar dari tanaman. Tiga varietas unggulan yang dipanen, yakni sweet hammi, sweet lavender, dan inthanon, menjadi daya tarik tersendiri karena karakter rasa dan tampilannya yang berbeda.
Kepala Balai Hidrologi dan Lingkungan Keairan, Indra Kurniawan, menegaskan pentingnya kolaborasi dalam pengelolaan air untuk mendukung pertanian modern. “Pemanfaatan air yang efisien di greenhouse seperti ini menjadi contoh baik dalam mendukung pertanian berkelanjutan sekaligus meningkatkan produktivitas,” ujarnya.
Senada, Kepala Bidang Perencanaan Sumber Daya Air Dinas PU SDA Provinsi Jawa Timur, Novita Andrianie, menilai bahwa integrasi pengelolaan air dengan pertanian modern sangat penting. Ia juga mengapresiasi konsep agrowisata yang dikembangkan di BBPP Ketindan. “Yuk, rasakan serunya memetik melon segar langsung dari kebunnya di BBPP Ketindan. Pengalaman ini tidak hanya menyenangkan, tetapi juga memberikan edukasi tentang budidaya melon berkualitas. Suasananya asri, buahnya manis alami, dan ini bisa menjadi alternatif wisata edukatif bagi masyarakat,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Nining Hariyani sebagai penanggung jawab pemasaran divisi Smart green House turut menjelaskan strategi pemasaran serta karakteristik produk melon. Ia menekankan pentingnya penguasaan product knowledge, mulai dari spesifikasi buah, ciri-ciri siap panen seperti aroma harum, jaring (netting) yang terbentuk sempurna, tingkat kemanisan optimal hingga keunggulan masing-masing varietas.
Pemilihan varietas sweet hammi, sweet lavender, dan inthanon dilakukan secara selektif berdasarkan kebutuhan pasar. Sweet hammi cocok untuk pasar umum dengan tekstur renyah dan rasa segar, sweet lavender menyasar segmen premium dengan tampilan unik, sementara inthanon menawarkan keseimbangan antara rasa dan produktivitas.
Sementara itu, Laila Nuzuliyah sebagai koordinator tim pemasaran menambahkan bahwa pemasaran dikembangkan secara kolaboratif dan terintegrasi, melalui penjualan langsung, kemitraan dengan pasar modern, hingga konsep agrowisata petik melon. Segmentasi pasar mencakup konsumen umum, ritel modern, hingga wisata edukasi keluarga.
Selain kegiatan petik melon, peserta juga meninjau langsung penerapan teknologi pertanian modern, termasuk sistem irigasi dan pengelolaan air yang efisien di dalam greenhouse. Aspek ini menjadi penghubung penting antara sektor pertanian dan pengelolaan sumber daya air.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan bahwa penerapan teknologi canggih di sektor pertanian telah menekan biaya sekaligus meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Transformasi menuju pertanian modern membuat penggunaan anggaran lebih efisien dan efektif karena tenaga manusia dapat dialihkan untuk kegiatan produktif dan hasil panen meningkat.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Idha Widi Arsanti menyampaikan bahwa penerapan teknologi cerdas dalam pertanian diharapkan para petani dapat mengoptimalkan hasil panen, mengurangi kerugian akibat faktor cuaca dan memanfaatkan sumber daya alam secara lebih efisien.
“Sudah saatnya petani Indonesia maju di bidang pertanian melalui adopsi teknologi melalui smart farming yang mengedepankan teknologi pertanian yang dapat mempermudah kegiatan usahatani,” ungkapnya.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa pertanian modern tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga mampu mengintegrasikan edukasi, wisata, dan pemasaran secara berkelanjutan melalui pendekatan kolaboratif lintas sektor. Smart greenhouse BBPP Ketindan pun terus dikembangkan sebagai pusat pembelajaran yang inspiratif sekaligus model agribisnis hortikultura modern. Laila Nuzuliyah*
Diterbitkan di megapolitannews.com


