Telp/Fax 0341-927123 / 429725

|

UPT Pelatihan Pertanian, Terapkan Jejaring Usaha Pemasaran Melon Premium

Nadif
May 10, 2026

Malang – Salah satu bukti nyata peran Kementerian Pertanian adalah berkontribusi terhadap penyediaan pangan yang sehat dan bergizi bagi masyarakat. Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan melalui kegiatan budidaya K-Smart Farm menjalin kerjasama pemasaran melon dengan offtaker bidang pertanian untuk menyalurkan produk kepada konsumen. Offtaker tersebut memainkan peran yang sangat penting dalam rantai pasokan, dimana mereka membantu menghubungkan produsen dengan pasar dan memastikan keberlanjutan produksi sesuai kebutuhan pasar.

Saat ini, K-Smart Farm telah membudidayakan beberapa varietas melon sesuai dengan kebutuhan dan tren pasar, yaitu melon inthanon, sweet lavender dan sweet hammi. Produk yang dihasilkan berkualitas tinggi, karena dibudidayakan sesuai dengan good agricultural practices (GAP). Setelah panen, produk disortasi dan dikelompokkan (grading) berdasarkan berat buah, bentuk dan brix buah sebelum dipasarkan. Jejaring pasar produk ini tidak hanya offtaker, tapi juga banyak berasal dari komunitas yang berkunjung ke BBPP Ketindan. Teknologi budidaya pertanian presisi (high – technology) dan kualitas produk menjadi daya magnet yang menarik minat masyarakat untuk berkunjung ke BBPP Ketindan. Tak hanya mengenalkan produk, edukasi pertanian juga menjadi misi agar masyarakat mengetahui bagaimana produk pertanian dihasilkan melalui modernisasi pertanian. Hal ini selaras dengan tugas pokok dan fungsi BBPP Ketindan sebagai UPT. Pelatihan pertanian.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan anggaran yang besar untuk mempercepat transformasi pertanian menuju sistem modern berbasis teknologi dan kecerdasan buatan.

“Penerapan teknologi canggih di sektor pertanian telah menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Misalnya, dengan penggunaan drone untuk menanam dan memupuk padi, waktu kerja petani dapat dihemat secara signifikan,” ungkap Mentan Amran.

Mentan Amran juga menambahkan, transformasi menuju pertanian modern membuat penggunaan anggaran menjadi lebih efisien dan efektif, karena tenaga manusia dapat dialihkan untuk kegiatan produktif lain sementara hasil panen meningkat. Jadi dengan teknologi itu produktivitas naik, indeks pertanaman naik, kemudian biaya produksi turun. Karena menggunakan artificial intelligence (AI), menggunakan robotik, dan seterusnya dan itu benar,” imbuh Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menyatakan bahwa sektor pertanian harus bertransformasi untuk menghadapi tantangan global seperti ketahanan pangan, perubahan iklim, dan krisis ekonomi. Ia menekankan pentingnya pendekatan berbasis data, kolaborasi lintas sektor, serta sinergi dengan visi Presiden terkait swasembada pangan, hilirisasi pertanian, dan program makan bergizi gratis.

“Pertanian ke depan harus menjadi sektor yang tangguh, modern, dan berdaya saing. Kunci keberhasilannya ada pada inovasi teknologi, penguatan kelembagaan petani, serta pengembangan SDM unggul. Modernisasi pertanian melalui mekanisasi dan penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan) cerdas menjadi strategi utama,” jelas Santi.

Santi juga menambahkan bahwa penguatan kelembagaan petani lewat konsolidasi lahan dan pembentukan korporasi petani juga menjadi fokus pemerintah”, pungkasnya. Nining Hariyani/ Nurhadi

Diterbitkan di lajurpertanian.com dan megapolitannews.com

Similar Post