Telp/Fax 0341-927123 / 429725

|

Usulan Pilot Project Brigade Pangan Jadi Langkah Strategis Optimalkan Lahan Pertanian di Barito Utara

Nadif
Jul 13, 2026

Barito Utara – Pengembangan Brigade Pangan memerlukan strategi yang adaptif sesuai karakteristik wilayah agar mampu memberikan hasil yang optimal. Untuk itu, Kementerian Pertanian terus mendorong penyusunan model pengelolaan yang tepat melalui pengembangan pilot project sebagai langkah awal percepatan peningkatan produktivitas dan Indeks Pertanaman (IP) di berbagai daerah.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa percepatan swasembada pangan harus dilakukan melalui pengelolaan lahan yang efektif dengan dukungan teknologi, infrastruktur, dan pendampingan yang berkelanjutan. Menurutnya, setiap daerah memiliki karakteristik yang berbeda sehingga strategi pengembangannya harus disesuaikan dengan kondisi setempat.

Sejalan dengan arahan tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan bahwa penguatan Brigade Pangan memerlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Penyuluh pertanian memiliki peran penting dalam mendampingi petani menerapkan teknologi budidaya, menyusun rencana tanam, serta mengoptimalkan pemanfaatan sarana produksi agar produktivitas lahan dapat terus meningkat.

Sebagai implementasi upaya tersebut, UPT Pelatihan Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan melaksanakan kegiatan evaluasi dan pendampingan Brigade Pangan di Kecamatan Montallat, Kabupaten Barito Utara, pada (10/7/2026).. Kegiatan diikuti oleh Brigade Pangan Raden Pagang, Brigade Pangan Mandiri, penyuluh pertanian, Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), dan perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Barito Utara.

Dalam diskusi, Manajer Brigade Pangan Mandiri, Rudi, menyampaikan bahwa pengembangan Brigade Pangan di Kalimantan Tengah memerlukan pendekatan yang berbeda dengan wilayah Pulau Jawa. Menurutnya, kondisi lahan dan karakteristik wilayah mengharuskan pengembangan dilakukan secara bertahap agar lebih efektif dan berkelanjutan.

Ia mengusulkan pengembangan pilot project pada lahan seluas sekitar lima hektare dari total potensi lahan sekitar 70 hektare yang masih belum dimanfaatkan secara optimal. Kawasan percontohan tersebut diharapkan menjadi model pengelolaan Brigade Pangan melalui pembangunan embung, perbaikan jaringan irigasi dan saluran air, penyusunan kalender tanam, serta penerapan teknologi budidaya yang sesuai dengan kondisi lahan. Usulan tersebut akan dikoordinasikan bersama Dinas Pertanian Kabupaten Barito Utara sebagai bahan penyusunan rencana pengembangan kawasan.

Sementara itu, Ketua Tim Kerja Penyuluhan Barito Utara, Hendri Naim, menjelaskan bahwa keberhasilan penerapan PM-AAS (Pertanian Modern–Advance Agriculture System) sangat bergantung pada pendampingan penyuluh di lapangan. Menurutnya, penyuluh tidak hanya memberikan bimbingan teknis budidaya, tetapi juga mendampingi penyusunan rencana tanam, optimalisasi. pemanfaatan alat dan mesin pertanian (alsintan), serta mengawal penerapan teknologi budidaya untuk meningkatkan produktivitas dan Indeks Pertanaman.

Hasil evaluasi lapangan menunjukkan bahwa tantangan utama pengembangan Brigade Pangan di Kecamatan Montallat masih berkaitan dengan keterbatasan infrastruktur. Jaringan irigasi belum berfungsi secara optimal, akses jalan menuju lahan masih terbatas, serta karakteristik lahan rawa menyebabkan pemanfaatan alsintan belum dapat dilakukan secara maksimal. Selain itu, perubahan tata air akibat aktivitas di sekitar kawasan juga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pengelolaan lahan.

Meskipun demikian, semangat anggota Brigade Pangan dan para petani untuk mengembangkan kawasan pertanian tetap tinggi. Mereka berharap dukungan pembangunan infrastruktur, khususnya perbaikan jaringan irigasi, pembangunan embung, dan jalan usaha tani, dapat segera direalisasikan sehingga potensi lahan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal.

Melalui sinergi antara Kementerian Pertanian, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan Brigade Pangan, pengembangan pilot project di Kecamatan Montallat diharapkan menjadi model percepatan pengelolaan lahan yang produktif dan berkelanjutan. Keberhasilan model tersebut diharapkan dapat direplikasi pada kawasan lain guna meningkatkan Indeks Pertanaman, memperkuat ketahanan pangan, dan mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional. Asep Koswara*

Diterbitkan di https://bbppketindan.bppsdmp.pertanian.go.id/admin/rainlab/blog/posts/create

Similar Post