Telp/Fax 0341-927123 / 429725

|

Percepat Produksi Pangan, Kementan Dorong Gerakan Tanam Serempak di Lahan OPLAH Kabupaten Malang

Najia
Sep 01, 2026

Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong percepatan produksi pangan nasional melalui optimalisasi lahan dan percepatan tanam. Upaya tersebut diwujudkan melalui Gerakan Tanam Serempak (GERTAM) pada lahan Optimasi Lahan (OPLAH) di Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Senin (31/8/2026).

GERTAM dilaksanakan pada lahan seluas 1 hektare sebagai langkah memastikan lahan yang telah dioptimalkan segera dimanfaatkan dan memberikan kontribusi terhadap peningkatan produksi pangan. Kegiatan ini sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, penyuluh pertanian, aparat kewilayahan, Brigade Pangan, serta petani di tingkat lapangan.

Kegiatan tersebut dihadiri Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan, Dinas Pertanian Kabupaten Malang, Koramil, Polsek, camat, kepala desa, Katimker, penyuluh pertanian, Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), Brigade Pangan, kelompok tani, dan Gapoktan.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa percepatan tanam menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam menjaga momentum peningkatan produksi pangan nasional.

“Percepatan tanam harus terus dilakukan. Lahan yang sudah dioptimalkan harus segera ditanami dan dikelola dengan baik agar memberikan hasil nyata bagi produksi pangan nasional,” tegas Mentan Amran.

Menurutnya, optimalisasi lahan perlu didukung pemanfaatan teknologi, mekanisasi pertanian, serta pendampingan yang berkelanjutan. Kolaborasi tersebut diperlukan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan mewujudkan swasembada pangan secara berkelanjutan.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya pengawalan secara konsisten setelah lahan ditanami.

“Percepatan tanam tidak cukup hanya memastikan lahan siap ditanami. Yang lebih penting adalah memastikan seluruh proses budidaya mendapatkan pendampingan dan pengawalan hingga panen. Karena itu, sinergi penyuluh, Brigade Pangan, petani, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan harus terus diperkuat,” ujar Idha Widi Arsanti.

Ia menambahkan, keberhasilan optimalisasi lahan juga sangat bergantung pada kapasitas sumber daya manusia pertanian. Karena itu, penyuluh dan Brigade Pangan memiliki peran penting dalam memastikan penerapan teknologi dan pengelolaan budidaya berjalan secara efektif.

“Brigade Pangan dan penyuluh memiliki peran penting dalam memastikan pengelolaan lahan berjalan efektif. SDM pertanian harus mampu bekerja secara profesional, adaptif terhadap teknologi, dan berorientasi pada peningkatan produktivitas,” lanjutnya.

Pelaksanaan GERTAM diawali dengan registrasi dan persiapan peserta, kemudian dilanjutkan pembukaan serta arahan terkait percepatan tanam, optimalisasi lahan, dan penguatan sinergi antarpemangku kepentingan.

Selanjutnya, peserta bersama-sama melakukan penanaman padi di lahan OPLAH. Kegiatan tanam serempak tersebut menjadi bentuk komitmen bersama untuk mempercepat realisasi pertanaman dan memastikan lahan yang telah dioptimalkan segera kembali produktif.

Setelah tanam, pendampingan dan koordinasi dengan petani akan terus dilakukan untuk memantau kondisi tanaman serta memastikan penerapan budidaya berjalan sesuai rekomendasi. Pengawalan dilakukan sejak fase tanam hingga panen.

Keberhasilan program OPLAH tidak hanya diukur dari luas lahan yang berhasil ditanami, tetapi juga dari produktivitas dan keberlanjutan pemanfaatan lahan. Karena itu, pengawalan budidaya menjadi bagian penting agar lahan yang telah dioptimalkan mampu memberikan manfaat secara berkelanjutan bagi petani dan mendukung peningkatan produksi pangan.

GERTAM di Desa Toyomarto menjadi bukti bahwa percepatan produksi pangan membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Dengan sinergi pemerintah, penyuluh, Brigade Pangan, aparat kewilayahan, dan petani, lahan OPLAH diharapkan dapat segera berproduksi dan memberikan kontribusi nyata terhadap penguatan ketahanan pangan nasional.

Gerakan tanam tersebut bukan menjadi akhir, melainkan awal dari rangkaian pengelolaan budidaya yang harus dikawal hingga panen. Dengan pendampingan yang konsisten dan penerapan teknologi yang tepat, optimalisasi lahan diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat fondasi swasembada pangan nasional.

Similar Post