BERLATIH BERSAMA PESERTA BIMTEK IPDMIP

Untuk menambah pengetahuan sebagai bahan bimbingan kegiatan pembinaan kepada kelompok disampaikan KIAT MEMULAI USAHA dengan LEAN START-UP.  Hal ini merupakan tindak lanjut materi nilai tambah dan rantai nilai komoditas pertanian yang disampaikan pada Pelatihan Penyegaran Penyuluh Integrated Participatory Development and Managemen of Irrigation Project (IPDMIP).  Dalam kegiatan Bimbingan Teknis Bagi IPDMIP menekankan Perencanaan Kegiatan Agribisnis Melalui Identifikasi Nilai Tambah dan Rantai Nilai. 

Sebelum menyampaikan materi LEAN STARTUP, maka disampaikan review materi diantaranya tahapan analisis value change yaitu :

1.  Mengidentifikasi aktivitas Value Chain;

2.  Mengidentifikasi Cost driver pada setiap aktivitas nilai

3. Mengembangkan keunggulan kompetitif :

  1. Mengidentifikasi   keunggulan   kompetitif
  2. Mengidentifikasi peluang akan nilai tambah
  3. Mengidentifikasi peluang untuk mengurangi biaya

Peserta diingatkan kembali manfaat dari nilai tambah produk pertanian, yaitu :

  1. Meningkatkan pendapatan petani beserta keluarganya;
  2. Mengubah keunggulan komparatif (basis bahan baku lokal) menjadi keunggulan kompetitif;
  3. Meningkatkan pangsa pasar yang besar sehingga dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi nasional;
  4. Meningkatkan/membuka lapangan kerja;
  5. Mengubah struktur ekonomi nasional dari pertanian (on farm) ke industri.

Hal yang perlu diperhatikan dalam pengembangan usaha tani khususnya produksi pangan berkelanjutan, yaitu tentang :

  • Kualitas lahan yang digunakan sebagai tempat budidaya pertanian;
  • Sistem tanam yang diaplikasikan oleh petani
  • Sumber air yang tersedia di lokasi usahatani
  • Tenaga kerja yang tersedia
  • Pemasaran sebagai muara hasil panen
  • Sikap mental petani atas usaha yang dilakukan

Penyampaian materi Lean startup atau metodologi lean startup adalah proses yang dilakukan dengan cepat untuk membangun prototype (produk) agar dapat menguji asumsi user (pelanggan) dengan pelayanan yang nyata.

Prinsip Utama Lean Start-Up :

  1. Validated Learning yaitu  mencari tahu fakta yang relevan terkait dengan prospek bisnis startup;
  2. Build-Measure-Learn merupakan siklus membangun dan mendapatkan produk berdasarkan keinginan/ kepuasan pelanggan
  3. Akuntasi Inovasi bertujuan untuk memastikan sang Entrepreneur bertanggungjawab secara objektif bahwa mereka sedang bekerja untuk membangun bisnis yang berkelanjutan (tidak hanya menghitung hal-hal terkait keuangan seperti pendapatan, rugi, laba dan penjualan, namun juga melibatkan bagaimana mengatur pencapaian, memprioritaskan pekerjaan, dll

Build :   Buat produk berdasarkan hipotesis-hipotesis inti yang telah diuji dengan Validated Learning. Untuk pertama kali produk yang dibuat berupa Minimum Viable Product (“MVP”). MVP adalah produk dalam bentuk minimal yang hanya memiliki fitur-fitur inti untuk menguji lebih lanjut hipotesis-hipotesis yang belum tervalidasi;

Measure : Kumpulkan data reaksi, saran, masukan dan umpan balik dari pengguna MVP dan ukur hasil yang diperoleh dengan tujuan memperoleh pengetahuan terkait hipotesis yang diuji;

Learn  :  Buat kesimpulan dari hasil proses Measure apakah hipotesis yang diuji benar atau salah.

Selanjutnya peserta mendiskusikan pengembangan usaha berdasarkan potensi di daerah binaanya. Dengan pengisian kolom sebagai berikut :

               

No

Jenis Usaha

Proses/Kegiatan

Pelaku Utama

Bentuk Produk

Pelayanan Eksternal yang diperlukan

 

Kendala

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Adapun Hasil diskusi Kelompok dari Masing masing kabupaten adalah sebagai berikut :

  1.  Kabupaten Lamongan

 

Jenis Usaha/Komoditas

Proses / Kegiatan

Pelaku Usaha

Bentuk Produk

Pelayanan Eksternal

Kendala

  1. Es Bathil

Membuat es bathil di jual langsung

Wanita Tani

Minuman

Inovasi kemasan dan produk

Belum terdaftar P-IRT

  1. Sorgum

Pop sorgum

Madu mongso

Mie sorgum

Wanita Tani

Makanan ringan / snack

Pemasaran

Biaya produksi

  1. Jagung

Ice cream

Marneng

Wanita tani

Minuman dan makanan

Kemasan dan pemasaran

Peralatan produksi

  1. Singkong / menyok

Keripik

Tape

Tiwul / gaplek

Wanita tani

Makanan ringan

Pemasaran, teknologi

Kemasan

 

 

B. Kabupaten Lumajang

 

Jenis Usaha /Komoditas

Proses / Kegiatan

Pelaku Usaha

Bentuk Produk

Pelayanan Eksternal

Kendala

  1. Padi Organik

Penanaman dengan sistem organik

Petani

Beras organik kemasan

Sertifikasi organis

Bahan organik

Lahan padi organik minim

  1. Padi Hitam

Penanaman dengan varietas padi hitam

Petani

Beras hitam

Budidaya

Pemasaran sulit, harga mahal minat kurang

  1. Pisang Agung Pisang Kirana

pengolahan

Petani

Keripik, sale, dodol, susu, cake

Teknologi terbaru

Teknologi konvensional

  1. Jahe

Pembuatan tingting jahe (pengolahan)

Petani

Tingting jahe

Packaging

Pangsa pasar

  1. Susu Kambing Etawa

Pengolahan

Peternak

Susu, sabun, masker, kefir, permen, yogurt, keju

Teknologi (bulu tidak boleh jatuh ke susu saat pemerahan)

Pemasaran

  1. Salak

Pengolahan

Petani

Keripik, manisan

Teknologi

Pemasaran

  1. Serai

Pengolahan (Ekstraksi)

Petani

Minyak serai, parfum

Teknologi

Pemasaran

Packaging

  1. Kopi lereng Semeru

Pengolahan

petani

Arabica excelso robusta (serbuk roasted)

budidaya

Budidaya

  1. Kabupaten Ngawi

Jenis Usaha/

Komoditas

Proses / Kegiatan

Pelaku Usaha

Bentuk Produk

Pelayanan Eksternal

Kendala

  1. Ternak ayam kampung

Pengolahan ayam menjadi nuget

Ibu rumah tangga

Istri petani

Nuget frozen

Perlu latihan pembuatan nuget yang sehat

Kurang pemasaran

Kurang sosialisasi produk

  1. Beras sehat

Pengemasan dan pemberian label

Petani

Beras kemasan 1 kg dan 2 kg

Perlu pelatihan budidaya sistem organik dan QC

Kurangnya partisipasi petani

  1. Keripik daun singkong

Pengolahan daun singkong menjadi keripik

KWT

Keripik

Perlu pelatihan pengolahan keripik daun singkong

Produk cepat rusak

  1. Sale pisang

Pengolahan pisang menjadi sale

KWT

Sale pisang

Perlu pelatihan pemasaran berbasis online

SDM pemasaran

yang kurang

 

C. Kabupaten Tuban

Jenis Usaha

Proses / Kegiatan

Pelaku Usaha

Bentuk Produk

Pelayanan Eksternal

Kendala

  1. Cabai Rawit

Diolah menjadi permen

Wanita Tani

Permen cabai

Kemasan

Promosi

Sumber Daya Manusia

  1. Umbi-umbian

Diolah menjadi makanan

Wanita Tani

Nasi bakar

Nasi uduk

Packaging

Pangsa pasar

  1. Belimbing Madu

Diolah menjadi minuman dan makanan

Petani

Wanita tani

Pemuda tani

Keripik

Selai

Sirup

Pemasaran

Packaging

Inovasi

Peralatan

  1. Jambu Mete

Diolah menjadi minuman dan makanan

Wanita tani

Pemuda tani

Abon

Sirup

Keripik

Pemasaran

Packaging

Inovasi

Peralatan

SDM

  1. Siwalan

Diolah menjadi minuman

Petani

Es siwalan

Legen

Pemasaran

Packaging

Peralatan

(Kasus pada Bimbingan Teknis IPDMIP Nov 2019)

Bagikan Artikel :