Kepik Hijau pada Kedelai

Kepik Hijau dikenal dengan nama Nezara viridula, Green Stink Bug, dan Lembing Hijau. Hama ini merupakan salah satu hama utama pada tanaman kedelai dan bersifat polifag (pemakan segala). Tanaman inang hama ini antara lain padi, kacang hijau, kacang-kacangan, orok-orok dan kentang, serta menyerang juga tanaman  Crotalaria, wijen, jagung, tembakau, lombok dan Tephroisa.

Nimfa dan imago merusak polong dan biji kedelai dengan cara mengisap cairan biji. Serangan yang terjadi pada fase pertumbuhan polong dan perkembangan biji menyebabkan polong dan biji kempis, kemudian lambat laun mengering. Serangan terhadap polong muda menyebabkan biji kempis dan seringkali polong gugur. Serangan yang terjadi pada fase pengisian biji menyebabkan biji menghitam dan busuk.

Bioekologi.
Kepik hijau (Nezara viridula Linnaeus) termasuk serangga dari jenis Hemiptera : Pentatomidae. Kepik hijau dewasa mulai datang di pertanaman menjelang fase berbunga. Kepik jantan dan betina sulit dibedakan oleh orang awam.

 

Gambar 1. Kopulasi kepik hijau.

 

Telur diletakkan kepik betina secara berkelompok, sekitar 80 butir, pada permukaan daun bagian bawah, permukaan daun bagian atas, polong dan batang tanaman. Bentuk telur seperti cangkir berwarna kuning dan berubah menjadi merah bata ketika akan menetas. Telur menetas dalam waktu 5-7 hari. Kepik muda (nimfa) yang baru keluar tinggal bergerombol di atas kulit telur. Untuk menjadi serangga dewasa, nimfa mengalami 5 instar yang berbeda warna dan ukurannya. Panjang tubuh nimfa instar satu sampai lima berturut-turut 1,2 mm; 2 mm; 3,6 mm; 6,9 mm dan 10,2 mm.

 

Gambar 2. Kepik hijau betina meletakkan telur.

 

Kepik muda instar empat mulai menyebar ke tanaman sekitarnya. Pada pagi hari, kepik biasanya tinggal di permukaan daun bagian atas, tetapi pada siang hari akan turun ke bagian polong untuk makan dan berteduh. Baik kepik muda maupun dewasa merusak polong dan biji dengan menusukkan stiletnya pada kulit polong yang terus mengarah ke biji, kemudian mengisap cairan biji.

 

 

Gambar 3. Kepik hijau dewasa.

Kerusakan yang diakibatkan oleh kepik hijau ini menyebabkan penurunan hasil dan kualitas biji kedelai di lapangan.

Pengendalian.
Pengendalian kepik hijau ini dapat dilakukan dengan cara:

  • Tanam serempak pada areal sehamparan.
  • Pergiliran tanaman dengan tanamn lain yang bukan inang hama ini.
  • Tanam tanaman perangkap Sesbania rostrata.
  • Pengamatan secara intensif  untuk memantau populasi dan tingkat serangannya sebelum dilakukan pengendalian dengan menggunakan insektisida.
  • Penyemprotan insektisida dengan jenis insektisida Atabron 50 EC, Ambush 2 EC, Bassa 500 EC, Decis 2,5 EC, Larvin 75 WP atau Matador 25 EC. Penggunaan insektisida akan cukup efektif secara ekonomi jika intensitas serangan penggerek polong lebih dari 2 % atau jika ditemukan sepasang populasi penghisap polong dewasa atau kepik hijau dewasa pada umut 45 hari setelah tanam.

 

Daftar Pustaka

  1. Agus,S.2010.Hama dan Penyakit Tanaman: Pangan,Holtikultura,dan Perkebunan Masalah dan Solusinya. Yogyakarta: Kanisius.
  2. Badan Pendidikan dan Latihan Pertanian. 1991. Budidaya dan Pengolahan Hasil Kedele. Jakarta: Departemen Pertanian.
  3. Marwoto, Sri H dan Abdullah T. 2013. Hama, Penyakit dan masalah hara pada Tanaman Kedelai. Identifikasi dan Pengendaliannya. Badan. Penelitian dan Pengembangan Pertanian.
  4. Matnawy, H. 2011. Perlindungan Tanaman. Yogyakarta: Kanisius.
  5. Pracaya.2008. Hama dan Penyakit Tanaman Edisi Revisi. Jakarta: Penebar Swadaya
Bagikan Artikel :