P4S Joglo Nganjuk Sukses Kembangkan BAMELE

Petani asal Kabupaten Nganjuk, Jatim bernama Susanto adalah sosok petani yang juga ketua P4S Joglo Nganjuk merupakan sosok sukses yang mengembangkan budidaya BAMELE dan LTI. Susanto merupakan petani binaan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan sejak tahun 2010.

BAMELE adalah budidaya bawang merah yang mengintregrasikan dengan ikan lele di kawal dengan light trap insect atau disingkat LTI. LTI sendiri adalah lampu perangkap hama yang bekerja secara Efektif, Efisien, Selektif, Sehat dan Berkelanjutan Dimana LTI ini akan berkerja mengendalikan hama sehingga bisa meminimalkan serangan hama tanaman bawang merah dan tidak harus meninggalkan residu kimia yang berbahaya untuk ikan.

Bisa kita bayangkan dengan lahan 80 ru ( 1 ha = 700ru), punya got 15mx40cm x12got Identik punya kolam 5mx15m kapasitas tebar 15.000 ekor ikan. Kalau 1 ha bisa tebar 13.250.000 ekor ikan. Bisa kita hitung sendiri kebutuhan bibit ikan dan kita bisa hitung sendiri potensi hasil ikan kita. Ikan yang dibudidayakan adalah ikan lele, yang keuntungannya sangat tinggi. Padahal Nganjuk setiap musim panen 5000-6000 ha.

Kedepan masyarakat membutuhkan benih ikan. Peluang untuk masyarakat dalam hal perbenihan ikan, pakan ikan dan penjualan/ pasar ikan. Analisa keuntungan dalam BAMELE, petani gratis tidak usah membuat kolam, kesuburan tanaman dampak dari kolam ikan (kotoran ikan), petani panen dobel, bertani secara sehat dan ikan cepat besar dibadingkan dikolam terpal Output dari BAMELE adalah kita bisa berproduksi bawang merah SEHAT dan Ikan SEHAT. Produk yang layak bisa kita persaingkan karena petani akan mampu bersaing karena petani punya penghasilan dobel

Bagikan Artikel :