Pola Tanam Cabai Merah

Cabe Merah (Capsicum annuum) merupakan komoditas  sayuran  yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan mempunyai prospek pasar yang unik dan menarik. Selama ini budidaya cabe dilakukan secara musiman (seasonal) sehingga produksi maupun harga sangat berfluktuasi sepanjang tahun. Oleh karena itu dikatakan prospek pasarnya tidak stabil, terlihat ketika hari-hari besar seperti hari Raya Idul Fitri, Natal dimana persediaan cabe juga rendah, harga bisa melambung tinggi sekali, bahkan nyaris bisa berpengaruh terhadap inflasi. Namun ketika musim panen raya yang berlimpah harga bisa jatuh sangat rendah sekali, pola ini hampir terjadi setiap tahun.

Umumnya budidaya cabe dilakukan awal musim kemarau dan produksinya akan menurun selama musim penghujan. Agar produksi cabe dapat merata sepanjang tahun, sehingga tidak menimbulkan fluktuasi harga, maka keadaan harga yang relatif  stabil  sangat diperlukan, yang tujuannya untuk menjaga iklim berusahatani yang lebih menjanjikan, tataniaga yang mantap maupun konsumsi yang stabil. Oleh karena itulah perlu kiranya perencanaan pengaturan tanam cabe merah pada periode tertentu (off season) untuk memenuhi ketersediaan. Dengan demikian fluktuasi produksi dan harga  yang tinggi dapat dihindari.

Perencanaan dan Pengaturan Pola Tanam

Perencanaan dan pengaturan pola tanam diperlukan agar produksi cabe merah dapat diatur sedemikian rupa merata sepanjang tahun sehingga ada keseimbangan antara permintaan dan ketersediaan. Melalui keseimbangan antara supply dan demand tersebut maka harga akan stabil. Dari hasil penelitian tentang perencanaan pengeturan tanam  (Novita S, 2004). menunjukkan bahwa produksi berpengaruh nyata terhadap harga cabe merah, artinya naik dan turunnya produksi selalu diikuti dengan turun dan naik harga cabe merah. 

Pada gambar 1 berikut dapat dilihat hubungan antara nilai trend harga dengan nilai trend produksi bulanan cabe merah rata-rata 5 (lima) tahun terakhir di Jawa Timur :

Gambar 1. Grafik Nilai Trend Harga dan Nilai Trend Produksi Rata-rata cabe     Bulanan Tahun 1999 – 2003

Gambar grafik 1 diatas nampak  bahwa pada bulan Januari sampai april disaat produksi cabe merah rendah harga cenderung tinggi, sedangkan mulai bulan juni sampai dengan puncak panen raya pada bulan Juli dan Agustus harga  cenderung menurun.

Untuk merencanakan pola pengaturan tanam cabe merah agar tidak terjadi fluktuasi harga yang sangat tajam seperti terlihat pada grafik diatas maka perlu pengaturan keseimbangan antara permintaan dan ketersediaan. Hal ini  diatur dengan pola perencanaan cabe merah berdasarkan target luas tanam di daerah-daerah sentra, sehingga diharapkan produksi akan stabil setiap bulan dan dapat menekan fluktuasi harga.

Kebijakan Pengaturan Pola Tanam

Pengaturan tanam secara makro tersebut, bisa direncanakan berdasarkan target atau kuota luas tanam di setiap Propinsi dan Kabupaten sentra tanaman cabe dengan kebijakan sebagai berikut : 

  • Perlu adanya koordinasi dan sinkronisasi program antara Dinas Pertanian Propinsi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Sentra Cabe Merah dalam menentukan rencana luas tanam berdasarkan prosentase dan kuota produksi pada masing-masing kabupaten sampai ke tingkat kecamatan;

  • Perlu adanya kerjasama antar kabupaten sentra dalam hal jaringan informasi pasar, perkembangan produksi, perkembangan luas tanam dan penggunaan tehnologi;

  • Perlu adanya pembinaan yang berkesinambungan kepada petani cabe merah khususnya didaerah-daerah sentra produksi, khususnya dalam hal perbaikan tehnologi baik tehnologi budidaya untuk meningkatkan kuantitas da kualitas hasil,  maupun tehnologi penanganan pasca panen.

  • Untuk mengantisipasi produksi yang melimpah dapat diusahakan pasca panen pengolahan hasil dengan cara pengeringan atau penyimpanan dalam lemari dingin (cold storage).

  • Dalam menyikapi fluktuasi harga, maka salah satu usaha yang dapat dilakukan adalah informasi alur distribusi atau jaringan pemasaran baik ditingkat regional maupun pasar lokal.

Bagikan Artikel :