Tips dan Trik Budidaya Labu Madu Ala Nurhadi

Banyak yang penasaran tips dan trik untuk sukses menanam labu madu agar berbuah lebat dan tahan hama penyakit. Berikut informasi hangat dari Nunung Nurhadi, SP, Widyaiswara Ahli Budidaya dari Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan.

Pemilihan varietas yaitu F1 Peacock Hasil buahnya lebih besar, dagingnya berwarna oranye yang tandanya lebih sehat karena kandungan betakarotennya tinggi. Benihnya diproduksi oleh Known You Seed.

Budidaya dalam pembuatan bedengan 1,5 m dengan tinggi 30 cm. Tanah diolah dan diaplikasikan dengan pupuk kandang yang telah difermentasikan dengan agen antagonis yaitu trichoderma sebagai pencegahan penyakit layu. Jarak tanam yaitu populasi padat dengan mengefaktifkan para-para, yaitu 75cm x 50 cm, diberikan 2 baris tanaman di 1 bedengan. Jarak bedengan satu dengan yang lain sekitar 4 meter 3.

Pemupukan dilakukan setiap dua minggu sekali pada lubang dekat tanaman dan pertengahan lubang yang berjarak dengan lubang tanam satu dengan lubang tanam lainnya. Dengan komposisi 50%:50% yaitu phonska dan KCL agar dinding sel kuat. Dosis pemberian pupuk yaitu 1 sendok makan pada lubang tengah, dan 1 sendok teh dekat lubang tanam.

Media tanam menggunakan para-para yang berbahan galvalum karena daya tahan lebih lama dan kuat bisa untuk 50 kali musim tanam.

Pengendalian OPT menggunakan aplikasi trichoderma Daya tarik labu madu ini adalah kandungan antioksidan, betakaroten, Vitamin A dan B Komplek cukup tinggi. Bahkan buah ini banyak digunakan sebagai makanan pendamping ASI bagi para balita dan ibu menyusui. Manfaat itulah yang kemudian membuat buah yang satu ini begitu diminati dan dikonsumsi.

Bagikan Artikel :