TOD, Pintu Masuk Swasembada Kedelai

Komoditas kedelai  merupakan salah satu produk pertanian yang banyak dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia. Berbagai jenis kebutuhan tersebut terkait gizi, lapangan pekerjaan, diversivitas makanan (unit perekonomian), pakan ternak dan lainnya menjadikan kedelai sebagai primadona. Kuliner khas Indonesia seperti tempe sempat menjadi pendorong inflasi perekonomian Indonesia beberapa waktu yang lalu karena ketersediaan yang terbatas, harga tinggi tetapi daya jual tidak bergeming dan ini menimbulkan kegelisahan di masyakarat. Akibatnya Indonesia harus mengimpor kedelai dalam jumlah yang banyak untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang telah menganggap tempe sebagai menu wajib harian dan harus tersedia di meja makan orang Indonesia. Tentu di balik kebutuhan rumah tangga tersebut ada kepentingan industri yang menjadi pemicunya.

Melihat perkembangan komoditas kedelai di Indonesia yang produktivitasnya masih , juga ditambah dengan harga belum menggiurkan petani untuk menanamnya menjadikan salah satu alasan kedelai belum menjadi komoditas favorit petani. Di satu sisi begitu banyak teknologi terapan yang telah diteliti, dikaji dan diterapkan di lapangan. Berbagai stakeholders seperti pengusaha, peneliti, petani unggulan dan pedagang telah mengantongi trik-trik agar kedelai mampu memberikan insentif di masa depan. Hanya saja teknologi itu sampai sekarang belum tersebar secara benar dan merata kepada segenap petani yang membutuhkan asupan teknologi terapan dengan hasil yang menjanjikan. Untuk itu diperlukan upaya agar seluruh yang berkepentingan terhadap komoditas kedelai di masa depan mampu memperoleh teknologi terapan terbaru, spesifik dan modern, di mana sumber informasinya berasal dari mereka yang telah berpengalaman dalam budidaya dan pemasaran kedelai.

Ajang transfer teknologi itu terfasilitasi dengan salah satu peran Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) untuk memberdayakan petani dan pengusaha tani kedelai melalui Traning of Diseminator (TOD).  Kegiatan inipun seiring dengan program utama Kementerian Pertanian untuk swasembada kedelai di tahun 2018 yang sudah ditargetkan sejak beberapa tahun yang lalu.

Bagikan Artikel :