Telp/Fax 0341-927123 / 429725

|

Dari Teori ke Laboratorium, Peserta Pelatihan PBT Asah Keterampilan Uji Mutu Benih

Nadif
Sep 24, 2026

Malang – Penguasaan teknik pengujian mutu benih menjadi salah satu kompetensi penting bagi Pengawas Benih Tanaman (PBT). Untuk memperkuat kemampuan teknis tersebut, peserta Pelatihan PBT Ahli mengikuti praktik pengujian mutu benih di Laboratorium UPT Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (PSBTPH) Wilayah Kerja IV Malang, Kamis (24/9/2026).

Kegiatan praktik memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengaplikasikan materi yang telah diperoleh selama pembelajaran sekaligus memahami secara langsung tahapan pengujian mutu benih sesuai prosedur. Komoditas yang digunakan dalam praktik antara lain padi, cabai, mentimun, dan jagung.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa peningkatan produksi pertanian perlu didukung penggunaan benih unggul, penerapan teknologi, serta pendampingan yang kuat.

“Kalau kita ingin meningkatkan produksi secara signifikan, kuncinya ada pada benih unggul, teknologi, dan pendampingan yang kuat. Inovasi harus terus didorong agar pertanian dan perkebunan Indonesia semakin maju, modern, dan mampu menyejahterakan petani,” ujar Mentan Amran.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Idha Widi Arsanti, menegaskan pentingnya penguatan kapasitas SDM dalam mendukung pembangunan pertanian dan percepatan swasembada pangan.

“Peningkatan kapasitas SDM dilakukan agar setiap insan pertanian memiliki kemampuan yang sesuai dengan tuntutan tugas dan perkembangan sektor pertanian,” jelas Idha.

Praktik diawali dengan penetapan kadar air benih padi. Peserta mempelajari dan mempraktikkan tahapan pengujian untuk mengetahui kadar air sebagai salah satu parameter penting dalam menentukan mutu dan daya simpan benih.

Selanjutnya, peserta melakukan analisis kemurnian fisik benih. Sebelum praktik, mentor memberikan simulasi mengenai tata cara pengambilan contoh kerja. Peserta kemudian mempraktikkan proses pemisahan dan pengamatan komponen benih untuk mengetahui tingkat kemurnian fisik sampel.

Pada sesi berikutnya, peserta melakukan pengujian daya kecambah. Peserta mengamati pertumbuhan kecambah dan mencatat hasil pengamatan pada kartu pengujian sebagai bagian dari proses dokumentasi hasil pengujian.

Kedatangan peserta diterima Koordinator Wilayah Kerja IV Malang, Avianita Agustianti. Setelah mendapatkan penjelasan dan simulasi dari mentor, peserta melaksanakan praktik dalam kelompok kecil yang masing-masing terdiri atas lima orang.

Pembagian kelompok memungkinkan peserta terlibat langsung dalam setiap tahapan pengujian, berdiskusi, serta berlatih menggunakan peralatan laboratorium. Metode praktik juga melatih ketelitian peserta karena hasil pengujian menjadi bagian penting dalam memberikan informasi mengenai mutu benih.

Pendamping peserta dari BBPP Ketindan Malang, Asep Koswara, mengatakan praktik laboratorium menjadi bagian penting dalam memperkuat kemampuan teknis peserta setelah memperoleh pembelajaran teori.

“Kegiatan praktik di laboratorium sangat penting karena peserta tidak hanya memahami materi secara teori, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung dalam melaksanakan pengujian mutu benih. Melalui praktik ini, peserta diharapkan semakin terampil, teliti, dan mampu menerapkan prosedur pengujian secara tepat dalam pelaksanaan tugas sebagai Pengawas Benih Tanaman,” ungkapnya.

Melalui praktik tersebut, peserta diharapkan semakin terampil dalam melakukan penetapan kadar air, analisis kemurnian fisik, dan pengujian daya kecambah. Pengalaman langsung di laboratorium menjadi bekal untuk menerapkan keterampilan pengujian secara tepat dan bertanggung jawab dalam pelaksanaan tugas PBT di tempat kerja masing-masing. Asep Koswara*

Diterbitkan di https://megapolitannews.com/2026/09/24/dari-teori-ke-laboratorium-peserta-pelatihan-pbt-asah-keterampilan-uji-mutu-benih/

Similar Post