Telp/Fax 0341-927123 / 429725

|

Kementan Dorong Hilirisasi Mangga, SDM Pertanian Dibekali Keterampilan Pengolahan Hasil

Nadif
Oct 16, 2026

Malang – Mangga tidak harus berhenti sebagai buah segar yang dijual saat musim panen. Melalui pengolahan yang tepat, komoditas ini berpeluang dikembangkan menjadi produk bernilai tambah, memiliki masa simpan lebih panjang, dan membuka peluang usaha baru.

Untuk mendukung upaya tersebut, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan berkolaborasi dengan Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Pemanis dan Serat (BRMP TAS) menyelenggarakan Pelatihan Pengolahan Hasil Buah Mangga, Kamis (15/10/2026).

Pelatihan selama satu hari ini diikuti 10 aparatur sipil negara (ASN) dengan menghadirkan Widyaiswara BBPP Ketindan, Diana Triswaningsih, sebagai narasumber. Kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat pengetahuan dan keterampilan peserta agar potensi komoditas di wilayah kerja masing-masing dapat dikembangkan menjadi produk yang lebih bernilai.

Tantangan pengembangan mangga bukan hanya bagaimana menghasilkan panen yang baik, tetapi juga bagaimana menjaga nilai ekonominya setelah dipanen. Buah yang mudah rusak dan melimpah pada musim tertentu membutuhkan penanganan serta alternatif pengolahan yang tepat. Jika dikelola secara kreatif dengan memperhatikan mutu, keamanan pangan, kemasan, dan kebutuhan pasar, hasil panen berpeluang memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar.

Arah ini sejalan dengan dorongan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman agar komoditas pertanian tidak hanya dipasarkan sebagai bahan mentah, tetapi diolah sehingga nilai tambahnya dapat dinikmati masyarakat, terutama petani. Dalam pemberitaan resmi Kementerian Pertanian pada Maret 2026, Mentan Amran menegaskan, “Petani tidak boleh hanya menjual hasil panen, tetapi harus masuk dalam rantai industri.”

Pesan tersebut menekankan pentingnya pengembangan produk olahan sebagai bagian dari upaya memperkuat daya saing dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Di sisi lain, hilirisasi tidak akan berjalan optimal tanpa sumber daya manusia yang memiliki pengetahuan dan keterampilan memadai. Penguatan kompetensi menjadi bagian penting agar potensi komoditas lokal dapat diolah menjadi produk yang bermutu, memiliki daya saing, dan sesuai dengan kebutuhan pasar. Sejalan dengan arah pengembangan SDM pertanian, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya peningkatan kualitas hasil pertanian dan penguatan ekonomi petani melalui pengolahan hasil yang mampu meningkatkan nilai tambah produk.

Ketua Kelompok Substansi Penyelenggaraan Pelatihan, Junni Fardiana, yang mewakili Kepala BBPP Ketindan, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta. Ia berharap pelatihan ini menjadi langkah awal bagi peserta untuk menerapkan keterampilan yang diperoleh, membagikan pengetahuan kepada rekan kerja dan kelompok tani binaan, serta terus mengembangkan inovasi sesuai kebutuhan di lapangan.

Manfaat pelatihan juga dirasakan langsung oleh peserta. Elsa mengungkapkan bahwa materi yang diperoleh relevan dengan potensi mangga di wilayah kerjanya, khususnya Kabupaten Pasuruan. Ia berencana menerapkan pengetahuan tersebut dan membagikannya kepada kelompok tani yang didampingi.

“Materi permen dan sari buah mangga yang diberikan sangat bermanfaat dan akan kami coba terapkan, kemudian kami bagikan kepada kelompok tani yang kami dampingi. Harapannya, pengolahan mangga dapat dikembangkan sehingga memberikan nilai jual yang lebih tinggi,” ungkap Elsa.

Pengalaman peserta tersebut menunjukkan bahwa pelatihan memiliki arti lebih luas daripada peningkatan keterampilan individu. Ketika pengetahuan diterapkan dan diteruskan kepada kelompok tani, manfaatnya berpeluang menjangkau lebih banyak pelaku pertanian. Dengan demikian, pengolahan hasil tidak hanya menjadi alternatif untuk memperpanjang masa simpan, tetapi juga dapat menjadi pintu masuk pengembangan usaha berbasis potensi lokal.

Kolaborasi BBPP Ketindan dan BRMP TAS ini sekaligus memperkuat peran pelatihan dalam menyiapkan SDM pertanian yang mampu merespons kebutuhan di lapangan. Ke depan, keterampilan pengolahan hasil diharapkan dapat mendorong pemanfaatan komoditas secara lebih optimal, memperluas peluang usaha, dan memperkuat upaya peningkatan nilai tambah hasil pertanian. Humas BBPP Ketindan

D

Diterbitkan di https://megapolitannews.com/2026/10/16/kementan-dorong-hilirisasi-mangga-sdm-pertanian-dibekali-keterampilan-pengolahan-hasil/

Similar Post