MALANG – Setiap generasi muda memiliki potensi dan kekuatan yang berbeda. Namun, tidak semua mampu mengenali dan mengembangkan potensi tersebut secara optimal. Melalui kegiatan Temu Bakat, peserta Praktik Kerja Industri (Prakerin) di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan diajak mengenali potensi diri sebagai bekal menentukan langkah pengembangan diri, karier, maupun pendidikan di masa depan.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat (21/8/2026) tersebut diikuti 21 siswa-siswi peserta Prakerin dari SMKN 1 Purwosari Pasuruan, SMKN 2 Singosari Malang, SMKN 2 Kota Batu, dan SMKN-PP Kupang.
Temu Bakat menjadi ruang bagi peserta untuk melakukan refleksi diri, menggali potensi, serta mengenali kekuatan dan minat yang dimiliki. Pengenalan potensi tersebut diharapkan dapat membantu peserta menentukan arah pengembangan diri, baik untuk melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia usaha dan dunia industri sesuai dengan bidang yang diminati.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mengikuti asesmen dengan pendekatan Strength Typology (ST-30) dalam Talents Mapping. Pendekatan ini membantu peserta mengidentifikasi kecenderungan kekuatan dan potensi yang dimiliki melalui proses pemetaan sifat atau karakter yang paling dominan maupun yang relatif kurang dominan dalam diri masing-masing.
Peserta diarahkan memilih enam sifat atau potensi kekuatan yang paling dominan dan enam sifat atau potensi yang paling tidak dominan. Hasil pemetaan kemudian menjadi bahan refleksi bagi peserta untuk memahami kemampuan, minat, serta potensi yang dapat dikembangkan sebagai bagian dari perencanaan masa depan.
Widyaiswara BBPP Ketindan, Nining Hariyani, menyampaikan bahwa bakat tidak selalu terlihat dalam bentuk kemampuan yang mudah dikenali, seperti bermain musik atau berolahraga. Bakat juga dapat muncul dalam bentuk kecenderungan alami yang tidak selalu terlihat secara kasat mata, seperti kemampuan memahami orang lain, memengaruhi orang lain, memecahkan masalah, bekerja sama, maupun berpikir strategis.
“Ketidakmampuan seseorang mengidentifikasi atau menggali apa yang mereka kuasai dapat menyebabkan kurangnya rasa percaya diri karena merasa tidak memiliki potensi untuk sukses. Kondisi ini dapat terjadi karena kurangnya kesadaran diri dan kesempatan untuk mengeksplorasi minat serta kemampuan mereka,” ungkap Nining.
Menurutnya, mengenali bakat sejak dini penting bagi generasi muda agar mereka memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai dirinya sendiri. Dengan mengetahui kekuatan yang dimiliki, peserta dapat lebih percaya diri dalam menentukan pilihan dan mengembangkan kemampuan sesuai potensi masing-masing.
Hal tersebut dirasakan Dea, salah satu peserta Prakerin dari SMKN 1 Purwosari. Ia mengaku senang dan bersyukur dapat mengikuti kegiatan Temu Bakat karena memperoleh kesempatan untuk mengenali potensi dirinya sekaligus mengetahui cara mengembangkannya.
“Saya jadi lebih tahu bakat yang saya miliki dan bagaimana cara mengembangkannya. Saya ingin terus mengasah bakat yang saya punya dan tidak menyia-nyiakan masa muda,” ujar Dea.
Dea berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sehingga semakin banyak siswa memperoleh kesempatan untuk mengenali dirinya dan menemukan potensi yang dimiliki.
Hal senada disampaikan Rena, rekan satu sekolah Dea. Menurutnya, kegiatan Temu Bakat memberikan pemahaman bahwa setiap orang memiliki keistimewaan dan potensi masing-masing yang dapat dikembangkan.
“Semua orang diciptakan spesial karena mempunyai bakat masing-masing yang bermanfaat dan memukau. Karena itu, kita harus mau menggali dan mengembangkan bakat yang kita miliki,” tuturnya.
Penguatan potensi generasi muda tersebut sejalan dengan perhatian Kementerian Pertanian terhadap pentingnya peran generasi muda dalam pembangunan pertanian.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengajak generasi muda untuk berani memiliki mimpi besar, bekerja keras, serta membangun karakter pantang menyerah sebagai bekal meraih kesuksesan di masa depan.
“Anda adalah harapan bangsa yang akan mengubah peradaban Republik Indonesia menjadi lebih baik. Bermimpilah besar, bertindaklah besar, kemudian persisten. Jangan pernah menyerah,” tegas Amran.
Pesan tersebut menjadi relevan dengan upaya pengembangan generasi muda melalui pengenalan potensi diri. Generasi muda tidak cukup hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga perlu memahami kekuatan dirinya, membangun karakter, dan memiliki keberanian untuk mengembangkan kompetensi yang dimiliki.
Senada dengan Mentan Amran, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya peran generasi muda sebagai penggerak utama sektor pertanian di masa depan. Pembangunan pertanian nasional membutuhkan SDM muda yang adaptif, inovatif, dan mampu menghadapi tantangan global serta perubahan zaman.
Pengembangan potensi generasi muda melalui kegiatan seperti Temu Bakat menjadi bagian dari upaya menyiapkan SDM yang mampu mengenali kekuatan dirinya dan terus mengembangkan kompetensi. Bagi sektor pertanian, proses tersebut memiliki arti penting dalam menyiapkan generasi penerus yang tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga karakter, kepercayaan diri, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi.
BBPP Ketindan sebagai salah satu institusi pengembangan SDM pertanian turut mengambil peran dalam memberikan ruang pembelajaran kepada generasi muda. Melalui kegiatan Prakerin dan pengembangan potensi diri, peserta tidak hanya mendapatkan pengalaman praktik di bidang pertanian, tetapi juga didorong untuk mengenali potensi dan menentukan arah pengembangan dirinya.
Upaya tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari proses menyiapkan generasi muda yang siap memasuki dunia kerja, mengembangkan usaha, melanjutkan pendidikan, sekaligus berkontribusi terhadap pembangunan pertanian. Dengan mengenali potensi sejak dini, generasi muda diharapkan mampu tumbuh menjadi SDM yang kompeten, percaya diri, adaptif, dan siap menjadi bagian dari regenerasi pertanian Indonesia. Nining Hariyani/ Maulidya*
Diterbitkan di https://megapolitannews.com/2026/08/22/kenali-bakat-kembangkan-potensi-upt-pelatihan-kementan-siapkan-generasi-muda-pertanian/


