Telp/Fax 0341-927123 / 429725

|

Penyuluh Kotawaringin Timur Siap Gaspol Kawal Program Kementan, Target IP 3 Jadi Tantangan

Nadif
Jul 30, 2026

Kotawaringin Timur – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, memperkuat komitmen bersama Kementerian Pertanian (Kementan) untuk mengawal percepatan program strategis pertanian. Komitmen tersebut diperkuat melalui pertemuan dan diskusi bersama jajaran pertanian serta penyuluh se-Kabupaten Kotawaringin Timur, Rabu (29/7/2026).

Pertemuan ini menjadi momentum menyatukan langkah untuk mempercepat pelaksanaan program strategis Kementan sekaligus mengidentifikasi berbagai tantangan dan solusi di lapangan.

Program yang menjadi fokus pembahasan meliputi Optimalisasi Lahan (OPLAH), Cetak Sawah Rakyat (CSR), Luas Tambah Tanam (LTT), Brigade Pangan, serta pendampingan Pertanian Modern-Advanced Agricultural System (PM-AAS).

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan penyuluh pertanian memegang peran strategis dalam memastikan program peningkatan produksi pertanian berjalan efektif hingga tingkat petani.

“Penyuluh adalah garda terdepan pembangunan pertanian. Keberhasilan swasembada pangan sangat ditentukan oleh kemampuan penyuluh dalam mengawal petani menerapkan teknologi, meningkatkan produktivitas, dan mempercepat tanam,” ujar Amran.

Pertemuan dihadiri Kepala Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Provinsi Kalimantan Tengah selaku Penanggung Jawab Swasembada Pangan Berkelanjutan Provinsi Kalimantan Tengah, Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan, serta Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Pembangunan Pertanian (SMK-PP) Banjarbaru selaku Penanggung Jawab Brigade Pangan Provinsi Kalimantan Tengah yang mewakili Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan.

Turut hadir Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kotawaringin Timur, para koordinator penyuluh, dan penyuluh pertanian dari seluruh kecamatan di Kabupaten Kotawaringin Timur.

Dalam diskusi tersebut, penyuluh didorong menjadi ujung tombak agar program strategis Kementan berjalan tepat sasaran.

Mereka juga diminta aktif mendampingi petani, mengawal penerapan teknologi pertanian modern, serta melaporkan perkembangan program secara berkala.

Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, menegaskan pentingnya peran penyuluh dalam meningkatkan produktivitas petani sebagai bagian dari percepatan swasembada pangan.

“Percepatan swasembada pangan juga harus diiringi peningkatan produktivitas petani. Penyuluh berperan penting dalam mendampingi petani meningkatkan indeks pertanaman, penggunaan varietas unggul, dan penerapan teknologi pertanian modern,” ujar Idha.

Senada, Penanggung Jawab Swasembada Pangan Berkelanjutan Provinsi Kalimantan Tengah, Agus Hasbianto, menegaskan penyuluh memiliki peran penting dalam memastikan program Kementan diterapkan oleh petani.

“Penyuluh adalah ujung tombak untuk menyampaikan program Kementerian Pertanian kepada petani sehingga peran penyuluh sangat penting,” katanya.

Ia menambahkan, kesejahteraan petani harus menjadi tujuan utama penyuluh.

“Petani sejahtera adalah tujuan utama pekerjaan penyuluh. Karena itu, mari bekerja sungguh-sungguh demi kesejahteraan petani, dan semoga menjadi amal ibadah bagi kita,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BBPP Ketindan sekaligus Penanggung Jawab Brigade Pangan Provinsi Kalimantan Tengah, Nurul Qomariyah, mengajak penyuluh dan Brigade Pangan bergerak bersama mengawal program strategis Kementan.

“Setiap ada permasalahan segera diungkap agar segera dicarikan solusi. Baik penyuluh dan Brigade Pangan harus siap mengimplementasikan PM-AAS. Penyuluh tidak sendirian, kita akan saling bergandengan tangan untuk sama-sama mengawal program-program Kementan demi kesejahteraan petani,” ujarnya.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kotawaringin Timur, Yephi Hartady Periyanto, mengatakan keberhasilan program strategis pertanian bergantung pada kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh, dan petani.

Karena itu, koordinasi yang intensif perlu terus dilakukan agar berbagai kendala di lapangan dapat segera diidentifikasi dan ditindaklanjuti.

Kabupaten Kotawaringin Timur memiliki target Optimalisasi Lahan (OPLAH) seluas 3.528 hektare pada 2024 dan 1.669 hektare pada 2025. Sementara target Cetak Sawah Rakyat (CSR) mencapai 4.262 hektare.

Saat ini Indeks Pertanaman (IP) Kabupaten Kotawaringin Timur berada di angka 2,3 dan terus didorong mencapai IP 3 sebagai langkah meningkatkan produktivitas dan produksi pertanian.

Melalui pertemuan ini, penyuluh pertanian Kabupaten Kotawaringin Timur menegaskan komitmennya memperkuat koordinasi dan bekerja secara terintegrasi mengawal program strategis Kementan.

Sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh, Brigade Pangan, dan petani diharapkan mampu mempercepat peningkatan produksi, memperkuat ketahanan pangan nasional, serta mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan. Nurul Qomariyah/Nur Chotimah*

Diterbitkan di https://megapolitannews.com/2026/07/30/penyuluh-kotawaringin-timur-siap-gaspol-kawal-program-kementan-target-ip-3-jadi-tantangan/

Similar Post