Malang – Kementerian Pertanian terus memperkuat kapasitas Brigade Pangan sebagai ujung tombak percepatan swasembada pangan nasional. Memasuki fase penguatan kelembagaan, Brigade Pangan tidak hanya didorong meningkatkan produktivitas, tetapi juga dibekali kemampuan mengelola usaha pertanian secara profesional, modern, dan berorientasi bisnis.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa Brigade Pangan memiliki peran strategis dalam mengoptimalkan pemanfaatan lahan pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Brigade Pangan akan menjadi garda terdepan dalam mengelola dan mengoptimalkan lahan pertanian secara modern, profesional, dan terampil dengan menjalankan usaha yang berorientasi bisnis serta menghasilkan pendapatan dan keuntungan,” ujar Mentan Amran.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan bahwa keberhasilan Brigade Pangan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan budidaya, tetapi juga didukung tata kelola kelembagaan dan manajemen usaha yang baik.
Menurutnya, penguatan kapasitas di bidang manajemen keuangan, pengelolaan kelembagaan, serta penguasaan teknologi budidaya menjadi fondasi penting agar Brigade Pangan mampu berkembang sebagai unit usaha pertanian yang profesional, mandiri, dan berkelanjutan.
Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan, Nurul Qomariyah, menambahkan bahwa peningkatan indeks pertanaman dan produktivitas lahan Brigade Pangan merupakan langkah strategis dalam mendukung target swasembada pangan nasional.
Sebagai implementasi dari upaya tersebut, BBPP Ketindan menyelenggarakan Pelatihan Teknis Brigade Pangan di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kepanjen, Kabupaten Malang, pada 24–26 Juni 2026. Kegiatan ini diikuti 22 peserta yang berasal dari empat Brigade Pangan, yaitu Gapara, Langgeng Rahayu, Pagota, dan Abhipraya Nawasena.
Selama tiga hari pelatihan, peserta mendapatkan pembekalan mengenai kewirausahaan, manajemen keuangan, dan manajemen budidaya padi. Materi disampaikan secara aplikatif melalui diskusi, brainstorming, identifikasi dan analisis risiko usaha, penyusunan strategi mitigasi risiko, hingga praktik penyusunan model bisnis menggunakan Business Model Canvas (BMC).
Selain itu, peserta juga dilatih menyusun analisis kelayakan usaha komoditas padi sebagai bekal dalam mengembangkan usaha Brigade Pangan yang berdaya saing dan berorientasi bisnis. Pada hari terakhir, pelatihan difokuskan pada peningkatan kompetensi teknis melalui materi pemupukan berimbang serta pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT) untuk menjawab tantangan budidaya yang dihadapi petani di lapangan.
Melalui pelatihan ini, BBPP Ketindan berharap Brigade Pangan di Kabupaten Malang semakin kuat dari sisi kelembagaan, memiliki kapasitas manajerial yang lebih baik, serta mampu mengelola usaha tani secara profesional dan berkelanjutan. Dengan kompetensi yang terus meningkat, Brigade Pangan diharapkan mampu menjadi motor penggerak peningkatan produksi pangan sekaligus berkontribusi nyata dalam mewujudkan swasembada pangan nasional yang berkelanjutan. Herdinastiti*
Diterbitkan di https://megapolitannews.com/2026/06/27/sdm-andal-jadi-senjata-brigade-pangan-disiapkan-wujudkan-swasembada-pangan/


