Telp/Fax 0341-927123 / 429725

|

Selain Budidaya, Kelayakan Usahatani dan Jejaring Usaha, Kunci Sukses Pertanian Presisi

Nadif
May 10, 2026

Malang – Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan kembali menjalin kerjasama dengan UPT. Pelatihan Pertanian Dinas Pertanian Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur melalui penyelenggaraan pelatihan “pertanian presisi berbasis digital Angkatan I” yang dilaksanakan pada tanggal 04 – 05 Mei 2026 lalu. Pelatihan tersebut melibatkan generasi milenial yang berasal dari 13 Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Timur.

Kepala UPT Pelatihan Pertanian Agus Sumarsono mengapresiasi kelulusan peserta dan mengharapkan ada bukti penerapan materi di lapangan. Ia menyampaikan bahwa pertanian presisi ujungnya adalah untuk peningkatan produksi dan diikuti dengan harga. Pihaknya terus berkomitmen untuk menguatkan kompetensi SDM pertanian khususnya petani milenial melalui pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan jaman.

Ade Septian, salah satu petani milenial dari Kabupaten Probolinggo mengakui bahwa menjadi petani dan berusahatani itu keren. Tenyata selama beberapa hari ini Ia tidak hanya mendapatkan manfaat tentang ilmu budidaya pertanian secara modern, tapi juga ilmu tentang analisis usahatani dan jejaring kerja.

Setelah menerima materi pembelajaran dalam pelatihan, Ade berharap dapat menerapkan pertanian presisi di wilayahnya. Ia juga menegaskan bahwa permasalahan fluktuasi harga komoditas pertanian itu bisa diatasi tidak hanya menciptakan produk yang berkualitas, tapi juga perlu menganalisis harga dan berjejaring usaha.

“Dengan berjejaring, saya yakin usaha saya akan semakin berkembang, “imbuhnya.

Nining Hariyani, Widyaiswara BBPP Ketindan yang mengajar pada pelatihan ini menyampaikan bahwa analisis usahatani ini bermanfaat untuk mengetahui efisiensi dan kelayakan usahatani pada pertanian presisi. Harga pokok produksi (HPP) harus dapat diidentifikasi petani sebagai bahan negosiasi dan monitoring harga pasar komoditas, imbuhnya.

“Sudah saatnya petani dapat memperluas jaringan pasarnya secara mandiri dan tidak bergantung pada tengkulak. Tujuan akhirnya, mereka akan memperoleh pendapatan yang signifikan melalui biaya yang lebih efisien, kelayakan usahatani dan pemasaran yang terus berkembang di era modernisasi pertanian,”jelas Nining.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman mengatakan bahwa pertanian presisi dipercaya sebagai kunci untuk mendapatkan hasil panen terbaik dan maksimal dengan penggunaan input produksi yang tepat jumlah dan waktu, serta memelihara kelestarian sumber daya alam dan lingkungan.

“Pengembangan pertanian presisi sekaligus diharapkan dapat mengatasi mengatasi tantangan inkonsistensi produktivitas pertanian karena kondisi lingkungan. Secara konsepsi, pertanian presisi adalah manajemen sistem informasi penerapan teknologi yang mengintegrasikan strategi manajemen dan teknologi untuk mengefisienkan pemanfaatan sumber daya guna mendapatkan hasil maksimal dan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan,”jelas Mentan Amran dalam buku terbitan Pertanian Press yang berjudul Pengembangan Pertanian Presisi Solusi dan Jawaban Pembangunan Pertanian ke Depan karangan Andi Amran Sulaiman.

Selaras dengan Menteri Pertanian, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menyampaikan bahwa pertanian presisi berbasis digital adalah kunci modernisasi untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas dan menarik generasi milenial untuk terjun di dunia pertanian. Nining Hariyani

Diterbitkan di lajurpertanian.com dan megapolitannews.com

Similar Post