MALANG – Penggunaan alat mesin pertanian (alsintan) telah menjadi kebutuhan bagi para petani. Pemanfaatan alsintan bertujuan untuk memberikan kemudahan serta lebih mengurangi biaya produksi, selain itu sangat penting karena pengunaan alsintan meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian, serta mengurangi ketergantungan pada tenaga manusia, yang pada akhirnya mendukung kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani. penggunaan combine harvester misalnya, diketahui dapat menekan kehilangan hasil ketika panen sebesar 10%.
Sebagai upaya mendukung program Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman membuat program Brigade Swasembada Pangan atau Brigade Pangan untuk mempercepat swasembada pangan, yang ditargetkan Presiden Prabowo tercapai dalam tiga tahun atau 2027.
Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menambahkan bahwa program Brigade Pangan harus dilaksanakan secara bersama-sama, sesuai arahan Presiden Prabowo dan Mentan Amran.
Dalam berbagai kesempatan, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan, bahwa Brigade Pangan adalah garda terdepan dalam mengoptimalkan pemanfaatan lahan dan memberdayakan petani.
“Brigade Pangan melibatkan petani, penyuluh, Babinsa, ASN, dan generasi muda. Mereka menjadi garda terdepan dalam mendorong produktivitas pertanian, khususnya petani milenial,” kata Mentan Amran.
“Brigade Pangan harus menjadi motor penggerak swasembada pangan nasional. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang terintegrasi, mulai dari pengelolaan lahan, optimalisasi produksi, hingga distribusi yang efisien,” ujar Santi.
Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan sebagai UPT dibawah BPPSDMP Kementerian Pertanian melaksanankan Training of Trainer (ToT) mendukung brigade pangan dengan maksud meningkatkan kompetensi pendamping brigade pangan yang terdiri dari penyuluh pertanian di wilayah yang mendapat program brigade pangan agar siap menjadi Trainer (Pengajar) baik secara teknis maupun non teknis guna menyukseskan program brigade pangan. Training of Trainer (ToT) mendukung brigade pangan diikuti oleh 30 orang penyuluh yang terdiri dari penyuluh pertanian dari wilayah kerja dinas pertanian Kabupaten Merauke Papua Selatan.
ToT mendukung brigade pangan dilaksanakan dengan metode blended learning selama 7 (tujuh) hari kerja dengan menggunakan sistem pembelajaran secara online 4 (empat) hari pada 5 – 8 Maret 2025 dan pembelajaran secara offline selama 3 hari di 11 – 13 Maret 2025.
Pemateri pada Training of Trainer (ToT) ini terdiri dari widyaisawara dari BBPP Ketindan dan para praktisi yang kompeten, ada pun materi Training of Trainer (ToT) mendukung brigade pangan antara lain Kebijakan Pembangunan Pertanian Menuju Swasembada Pangan, Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), Pengenalan, Pengoperasian dan Perawatan Pompa Air, Pengenalan, Pengoperasian dan Perawatan Traktor roda dua (Hand Traktor ) Pengenalan, Pengoperasian dan Perawatan Traktor roda empat, Pengenalan, Pengoperasian dan Perawatan Rice Tranplanter,serta Pengenalan, Pengoperasian dan Perawatan Combine Harvester.
Diharapkan Training of Trainer (ToT) mendukung brigade pangan dapat meningkatkan kemampuan teknis dan non teknis para pendamping brigade pangan sehinga dapat menyukseskan program brigade pangan di Merauke dan tentunya meningkatkan produktivitas serta peningkatan kesejahteraan petani dalam rangkan mendukung swasembada pangan. Isdianto*
Diterbitkan di lajurpertanian.com dan megapolitannews.com