Telp/Fax 0341-927123 / 429725

|

UPT Pelatihan Kementan, Bekali Pemuda Tani Melalui Pelatihan Berbasis Inovasi Teknologi

Nadif
Jun 19, 2026

Jombang – Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan menegaskan komitmennya dalam peningkatan kompetensi pemuda tani melalui kegiatan pelatihan teknis bagi pemuda tani.

Pelatihan yang digelar mulai tanggal 17-19 Juni 2026 di Dinas Pertanian Kabupaten Jombang tersebut melibatkan 18 orang peserta dari unsur pemuda tani Jombang.

Pemuda tani sebagai agen regenerasi dan motor penggerak transformasi sektor pertanian berperan strategis dalam mewujudkan sistem pertanian yang maju, mandiri dan berdaya saing. Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani, serta Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan, mengamanatkan pentingnya regenerasi dan peningkatan kapasitas SDM.

Kementerian Pertanian, melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), menempatkan regenerasi petani sebagai program prioritas strategis. Pemuda tani tidak lagi didorong sekedar menjadi pekerja (petani konvensional), melainkan dicetak untuk menjadi agropreneur yang inovatif, mandiri dan berdaya saing global.

Muhammad Rony, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang memotivasi pemuda tani agar mampu berkarya, mengabdi dan berjuang untuk sukses pembangunan pertanian.

Dalam sambutannya, Ia menyampaikan bahwa pelatihan ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan kompetensi pemuda tani dalam penerapan inovasi, pemanfaatan teknologi digital, pengembangan kewirausahaan agribisnis dan nilai tambah produk pertanian.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa petani muda sangat penting untuk mewujudkan kedaulatan pangan dan memperkuat ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan, oleh karena itu kita menggelorakan semangat petani muda sebagai kekuatan moral dan produktif dalam menjaga kedaulatan pangan bangsa.

“Generasi muda adalah energi baru yang dibutuhkan untuk memastikan keberlanjutan dan kemandirian pangan Indonesia”, tuturnya.

Selaras dengan hal tersebut, Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti juga menyampaikan bahwa regenerasi petani sangat penting. Menurutnya, sektor pertanian membutuhkan generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis budidaya, tetapi juga kompetensi kewirausahaan, manajemen usaha, dan penguasaan teknologi untuk menjawab tantangan pertanian modern.

“Regenerasi petani harus terus didorong melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia pertanian. Generasi muda perlu melihat pertanian sebagai sektor yang menjanjikan, modern, dan mampu memberikan keuntungan ekonomi. Karena itu, peningkatan kompetensi melalui pelatihan dan pendampingan menjadi sangat penting untuk mencetak petani muda yang profesional, mandiri, dan berdaya saing,” ujar Idha.

Pada pengarahan program pelatihan, Nining Hariyani selaku Koordinator Akademik Pelatihan menyampaikan bahwa materi pelatihan ini sesuai hasil identifikasi kebutuhan pelatihan (IKP) di lapangan.

Materi tersebut meliputi analisis kelayakan usahatani, nilai tambah dan akses permodalan, digital marketing dan pengelolaan rantai pasok (supplay chain), inovasi teknologi budidaya dan smart farming terapan, inovasi teknologi panen dan pascapanen, dan strategi nilai tambah dan hilirisasi pertanian.

“Melalui seluruh rangkaian materi yang disampaikan oleh widyaiswara BBPP Ketindan tersebut, diharapkan dapat dijadikan bekal dan diterapkan oleh pemuda tani dalam pengembangan usaha agribisnis di wilayahnya,” pungkas Nining. Nining Hariyani*

Diterbitkan di https://megapolitannews.com/2026/06/19/upt-pelatihan-kementan-bekali-pemuda-tani-melalui-pelatihan-berbasis-inovasi-teknologi/

Similar Post