Telp/Fax 0341-927123 / 429725

|

UPT Pelatihan Kementan Dukung Regenerasi Petani Muda Melalui Pelatihan

Aulia
Mar 10, 2026

Malang – Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan terus berkomitmen mencetak generasi unggul di bidang pertanian melalui program longterm training. Program ini menjadi salah satu upaya strategis Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong regenerasi petani muda di Indonesia.

Salah satu alumni program pelatihan, Ainur Anam, mengaku memperoleh pengalaman dan ilmu berharga dari pelatihan yang digelar pada 2023. Ia menyebut, salah satu pesan penting yang diterimanya adalah pendekatan market oriented, yakni memahami kebutuhan pasar sebelum melakukan budidaya.

“Jika ingin sukses sebagai petani muda, kita harus memikirkan pangsa pasar dulu, baru menyesuaikan budidaya,” ujar Ainur saat ditemui BBPP Ketindan, Senin (9/3/2026).

Saat ini, Ainur membudidayakan tomat beef, komoditas premium yang diminati segmen pasar seperti hotel, restoran, dan retail modern. Ia mengelola usaha di Desa Bonowarih, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, dengan greenhouse seluas 270 m² dan rencana populasi 750 tanaman. Saat ini, kegiatan masih dalam tahap persiapan lahan dan penyemaian benih.

Pemuda berusia 29 tahun ini optimis tomat beef akan memberikan keuntungan signifikan, berkat analisis usahatani yang matang. Tantangan utama budidaya ini, menurutnya, adalah pemilihan ketinggian lahan yang sesuai, yaitu di atas 500 meter di atas permukaan laut, serta pemeliharaan tanaman yang intensif agar target panen 5 kg per tanaman dapat tercapai.

Ainur menilai pola longterm training sangat efektif karena peserta banyak melakukan praktik langsung di lapangan. Ia berharap BBPP Ketindan bisa memberikan lebih banyak kesempatan bagi petani muda untuk belajar dan mengembangkan kemampuan sesuai program Kementerian Pertanian dalam regenerasi petani.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, menegaskan pentingnya peran petani muda untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Generasi muda adalah energi baru yang dibutuhkan untuk memastikan keberlanjutan dan kemandirian pangan Indonesia,” ujar Amran.

Ia mendorong generasi muda untuk berani memulai langkah di sektor pangan, meski kecil. Kesungguhan dalam mengelola lahan dan menekuni usahatani merupakan modal penting untuk menggerakkan ekonomi nasional.

“Perubahan besar tidak selalu lahir dari jumlah yang besar, tetapi dari keberanian untuk memulai,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menambahkan bahwa regenerasi petani menjadi langkah esensial untuk menjaga ketahanan pangan nasional.

“Petani kita semakin berumur, sementara kebutuhan pangan terus meningkat. Mendorong regenerasi petani adalah langkah penting untuk menyokong ketahanan pangan nasional,” ujarnya. Nining Hariyani *

Diterbitkan di megapolitannews.com

Similar Post