Bioethanol - Energi Alternatif

Bioethanol ( etil alcohol ) atau alkohol C2H5OH, merupakan cairan yang tidak berwarna, larut dalam air, eter, aseton, benzene, dan semua pelarut organik, serta memiliki bau khas alkohol. Salah satu pembuatan ethanol yang paling terkenal adalah fermentasi.

Macam Bahan Baku Bioethanol :

  1. Nira bergula (sukrosa): nira tebu, nira nipah, nira sorgum manis, nira kelapa, nira aren, nira siwalan, sari-buah mete.
  2. Bahan berpati: a.l. tepung-tepung sorgum biji (jagung cantel), sagu, singkong/gaplek, ubi jalar, ganyong, garut, umbi dahlia. 
  3. Bahan berselulosa : kayu, jerami, batang pisang, bagas, dll. Sekarang belum ekonomis, teknologi proses yang efektif diperkirakan akan komersial pada dekade ini !

Teknologi Pengolahan Bioetanol

Teknologi pengolahan bioethanol berikut ini menggunakan singkong sebagai bahan baku. Secara umum, produksi bioethanol ini mencakup 3 (tiga) rangkaian proses, yaitu: Persiapan & Pengolahan Bahan baku, Fermentasi, dan Pemurnian. 

1. Persiapan & Pengolahan Bahan Baku

Bahan baku untuk produksi biethanol dari singkong :

  • Singkong dicuci/dibersihkan dari kotoran , langsung    diparut. 
  • Campurkan parutan singkong dengan air, singkong banding  air 1 :  1 atau 1 : 1,5 tergantung umur singkong. 
  • Dimasak (Liquefaction) sampai menjadi  bubur (80-90˚C).
  • Tambahkan enzym alpha amylase sebanyak 0,1%    dari total berat bubur singkong, aduk sampai rata
  • Dinginkan bubur singkong yang sudah matang sampai suhu 60˚C (Sacharification), tambahkan Betha amylase sebanyak 0,1% dari total berat bubur singkong aduk sampai rata.
  • Dinginkan lagi bubur singkong yang sudah matang sampai suhu 35˚C.

2. Fermentasi

Bubur singkong  yang sudah dingin tambahkan Nutrient  : 0,1 % Yeast ( ragi roti fermipan atau yg lain ), 0,1 % NPK dan 0,1 % Urea

Untuk bahan baku tetes/molasses encerkan sampai brix 20  terus tambahkan Nutrient :

  • Bubur singkong yang sudah siap masuk ke Fermentor  ini namanya Kaldu Fermentasi (Beer ) 
  • Masukan kedalam Fermentor, tutup rapat, jangan sampai  ada kebocoran udara yang keluar/masuk Fermentor. 
  • Pasang kontrol udara, botol yang diisi air , masukkan   selang udara dari Fermentor ke botol berisi  air sampai  selang kecelup air.
  • Waktu Fermentasi selama 4 – 5 hari. 
  • Dari sini bisa diperkirakan kandungan etanol pada  kaldu fermentasi sekitar 7 – 10%
  • Siap untuk dimurnikan / destilasi.

3. Pemurnian / Destilasi

  • Destilasi dilakukan untuk memisahkan etanol dari beer (sebagian besar adalah air dan etanol). Titik didih etanol murni adalah 78˚C sedangkan air adalah 100˚C (Kondisi standard).
  • Dengan memanaskan larutan pada suhu rentang 78˚ - 100˚ C akan mengakibatkan sebagian besar etanol menguap, dan melalui unit kondensasi akan bisa dihasilkan etanol dengan kadar 90 % up volume.
  • Ukur kadar etanol yang keluar dengan alcohol meter.

4. Peralatan Proses

  • Peralatan penggilingan. 
  • Pemasak, termasuk support, pengaduk dan motor, steam line dan insulasi. 
  • Pemisah padatan - cairan (Solid Liquid Separators). 
  • Tangki Penampung Bubur. 
  • Unit Fermentasi (Fermentor). 
  • Unit Distilasi, Unit Kondensor termasuk pompa, dan alat control. 
  • Boiler, termasuk system feed water/air pendingin. 
  • Tangki Penyimpan produk, termasuk fitting. 

 

 

 

Bagikan Artikel :