FENOMENA GERHANA BULAN DAN KEHIDUPAN MANUSIA

Alam memberikan banyak pelajaran bagi mereka yang mau memikirkannya. Pengetahuan tersebut dapat berupa ilmu murni semata, ilmu terkait spiritual maupun ilmu terapan terkait kesejahteraan manusia. Salah satu yang akan segera terjadi pada bulan Juli 2018, tepatnya tanggal 28 adalah gerhana bulan dengan sebutan blood moon. Gerhana bulan tersebut telah diprediksi oleh para ahli ilmu falak/ astronomi/perbintangan. Gerhana bulan terjadi karena posisi bumi yang berada segaris dengan matahari dan bulan sehingga menyebabkan gravitasi matahari dan bulan terintegrasi.
        Fenomena gerhana bulan selama ini telah melalui berbagai mitos dan berevolusi sesuai dengan tingkat pemahaman manusia tentang ilmu pengetahuan, keimanan dan kebijaksanaan. Beberapa mitologi yang dipercaya masyarakat dari beberapa negara tentang gerhana bulan dapat disampaikan bebera diantaranya yaitu :
1.    Masyarakat Jepang kuno menganggap bahwa bulan sedang diracuni oleh karena itu mereka memerintahkan untuk menutup sumber air (sumur) agar air di bumi tidak terkontaminasi oleh racun yang dipancarkan  bulan pada saat terjadi gerhana.
2.    Kaisar Perancis (Louis) mati setelah melihat bulan pada tahun 840 M, karena sang kaisar mengalami kegelapan selama 5 menit, lalu meninggal karena kebingungan dan ketakutan.
3.    Masyarakat Indonesia mempercayai (orang Jawa) bahwa bulan sedang dimakan Batara Kala (raksasa jahat), maka anak-anak diminta memukul kentongan untuk menakuti batara kala tersebut.
4.    Orang Eskimo dulu mengatakan, bahwa ketika terjadi gerhana menandakan bahwa bulan sedang sakit, sehingga orang Eskimo menghindari paparan sinar bulan agar tidak tertular penyakit dari proses gerhana bulan
5.    Orang Arab pada jaman Jahiliyah, menganggap bahwa terjadinya gerhana menandakan akan terjadi kematian seorang tokoh
6.    Umat Budha di Tibet mengatakan bahwa ketika terjadi gerhana bulan kebaikan manusia yang ditebar akan berlipat ganda begitu pula dengan kejahatan bila dilakukan pada saat gerhana akan dilipatgandakan pula sangsi/hukumannya.
7.    Orang di Negara Toga dan Benin, menganggap bahwa ketika terjadi gerhana adalah waktu yang tepat untuk berdamai. Hal ini didasarkan pada kepercayaan masyarakatnya bahwa bulan dan matahari sedang bertengkar, sehingga orang-orang meminta keduanya untuk berdamai dengan cara berdamai pula masyarakat yang ada di bumi.
8.    Farmers Almanac Amerika Serikat mengatakan bahwa ini pertanda adanya perubahan, karena menurut mereka bulan adalah pihak yang mengendalikan dan mengatur planet kita
9.    Orang Cina mengatakan bahwa bulan dimakan naga. Untuk menakuti naga agar tidak memakan bulan ditembaklah mereka dengan meriam/ kembang api.

        Beberapa kepercayaan tersebut sampai saat ini mungkin masih dipercaya oleh sebagian masyarakat, tetapi untuk generasi muda dan terpelajar lebih mempercayai bahwa kejadian gerhana adalah peristiwa alam di mana banyak ilmu/ pengetahuan yang dapat digali. Pematahan mitos masyarakat kuno tersebut diawali oleh Rasullullah SAW ketika ditinggalkan oleh ananda Ibrahim bin Muhammad. Sang putra meninggal dunia ketika terjadi gerhana bulan. Dan Rasullullah SAW membantah kepercayaan masyarakat jahiliyah dengan berkata, matahari dan bulan adalah sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah SWT. Kejadian gerhana bukan karena kematian kehidupan seseorang. Maka bila melihatnya, berzikirlah kepada Allah SWT dengan mengerjakan shalat, (hadits riwayat Bukhari Muslim).
        Kemampuan Rasullullah SAW membantah dan memberikan dasar-dasar ilmu pengetahuan pada saat orang jahiliyah belum menyentuh ilmu pengetahuan membuktikan bahwa beliau teranugerahi kemampuan dari Allah SWT tentang sesuatu secara ilmiah dan menjadi pijakan manusia modern untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan tekhnologi. Di sisi lainnya manusia modern dewasa ini telah mengembangkannya menjadi lebih dalam sehingga memprediksi terjadinya gerhana bulan bukan sesuatu yang istimewa karena hitungan (hisab) dapat diterapkan baik melalui modelling atau manual.
 Khusus untuk prediksi gerhana tanggal 28 Juli 2018 terdapat beberapa keistimewaan yaitu:
1.    Gerhana berjalan dengan periode waktu cukup lama yaitu 6 jam 14 menit
2.    Saat itu bulan berada pada posisi paling jauh dari bumi yaitu sekitar 406.100 km, sedangkan jarak normalnya adalah 384,400 km
3.    Terdapat sapuan biru pada paras bulan, namun tetap tampak warna merah sehingga disebut blood moon
4.    Terjadi di musim kemarau sehingga dengan kecerahan langit pada saat itu akan membantu penampakan gerhana bulan
5.    Di waktu yang sama planet Mars berada pada jarak terdekat dengan bumi. Ini kejadian 15 tahun sekali.
        Untuk meyakinkan penglihatan gerhana bulan tanggal 28 Juli 2018, diprediksi akan terjadi mulai jam 00.15 WIB dan berakhir jam 06.28 WIB sedangkan gerhana akan tampak jelas pada jam 01.24 WIB sampai 05.19 WIB  yaitu saat bayangan inti (umbra) tepat mulai bersentuhan dengan cakra bulan.
        Dampak gerhana bulan untuk kehidupan manusia terdapat beberapa yang patut diperhatikan, adalah :
1.    Terjadi pasang yang cukup tinggi di lautan sehingga nelayan perlu diingatkan untuk berhati-hati saat melaut
2.    Kekuatan gaya gravitasi bulan dan matahari dengan bumi mengakibatkan air laut ditarik akibatnya memungkinkan terjadi pergeseran sehingga gempa sesaat mungkin dapat terjadi. Oleh karena masyarakt disiapkan agar tidak panik
3.    Metabolisme hewan peliharaan dan tanaman terganggu, karena perubahan yang tidak biasa. Namun seberapa detil dampaknya belum terdapat angka dengan data akurat.
4.    Menguatkan iman, terutama bagi muslim karena pada saat gerhana dianjurkan shalat gerhana, perbanyak berzikir dengan membaca tasbih, tahlil, takbir dan istighfar serta bersedekah.
5.    Memberi peluang bagi manusia untuk lebih mengembangkan ilmu pegetahuan terkait interaksi gravitasi, kekuatan cahaya dapat dihasilkan dari peristiwa gerhana bulan. Ilmu tersebut dapat bersifat fisik, kimia, biologis maupun spiritual.
        Sungguh suatu peluang dan fenonema yang lebih menekankan opini bahwa tidak sesuatupun peristiwa terjadi tanpa kehendakNya dan setiap peristiwa pasti terjadi karena ada pesan tertentu yang ingin disampaikan. Maka manusia terbaik adalah yang mampu menangkap pesan  yang kasat mata atau tidak. Rangsangan berfikir, merenung dan bertafakkur akan menjadi jalan untuk mengagumi kebesaran Illahi Robbi serta mengantarkan lidah berucap Maha Besar Allah SWT (Allahu Akbar) atas segala ciptaanNya dan manusia adalah makhluk sempurna yang  mampu menangkap pesan yang dikirimkanNya.

 

Bagikan Artikel :