Kerjasama Kemenlu dan Kementan: Fokus Kemajuan Pertanian Untuk Negara-Negara Afrika

Sejumlah13 peserta dari 12 negara di Afrika mengikuti kegiatan International Training on Processing Technology of Agricultural and Animal Husbandry Product for African Countries: Sharing Best Practices to Achieve SDGs yang dibuka oleh  Sekretaris Direktorat Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik (IDP) Kementerian Luar Negeri c.q Direktorat Kerjasama Teknik (KST), Al Busyra Basnur.

Kegiatan pelatihan ini adalah kerjasama antara Kementerian Luar Negeri c.q Direktorat Kerjasama Teknik (KST), Direktorat Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik (IDP) bekerjasama dengan Kementerian Pertanian dan Non- Aligned Movement Center for South-South Technical Cooperation (NAM CSSTC) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP). Dimana tujuannya untuk berbagi pengalaman terbaik dalam hal pengolahan tanaman pangan dan hasil ternak kepada para peserta dari negara-negara Afrika serta mendorong tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs) 2030.

BBPP Ketindan dipercaya oleh BPPSDMP untuk melatih para peserta dari 12 negara tersebut karena berpengalaman menghasilkan alumni yang handal dan berdayasaing serta telah bekerjasama dengan banyak Negara untuk melatih pengolahan hasil pertanian, baik itu tanaman pangan maupun tanaman obat (herbal). Rencananya pelatihan yang dilaksanakan di dua tempat yaitu di BBPP Ketindan dan BBPP Batu berlangsung selama delapan hari efektif, dari tanggal 2 September dan berakhir sampai tanggal 9 September 2018.

Dalam arahannya, Al Busyra Basnur menyampaikan bahwa Negara-Negara Afrika adalah Negara sahabat bagi Indonesia. Sejarah panjang telah membuktikan bahwa hubungan antara Indonesia dan Afrika berjalan harmonis hingga saat ini seperti diawali saat Konferensi Asia Afrika. Fokus yang dikerjasamakan oleh  Direktorat Kerjasama Teknik Kementerian Luar Negeri dan Non- Aligned Movement Center for South-South Technical Cooperation (NAM CSSTC) adalah sektor pertanian. Sehingga dipandang sangat perlu untuk memberikan sesuatu yang berharga bagi Negara sahabat seperti di Afrika agar mereka setelah berlatih dapat mengembangkan ilmu pengetahuan bagi kemajuan di bidang pertanian dan bisa memberikan nila tambah bagi masyarakat di Negara-Negara Afrika. Hal itu senyampang dengan arahan dari Direktur NAM untuk Negara Selatan-Selatan, Ronny P. Yuliantoro yang fokus kerjasama untuk Negara yang masih membutuhkan bantuan dan mendorong tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs) 2030.

 

Bagikan Artikel :